Mengenal Istilah Brain Fog
- 26 Jul 2026 13:38 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Brain fog merupakan sebuah kondisi yang menggambarkan keadaan ketika otak terasa "berkabut", sehingga seseorang mengalami kesulitan berkonsentrasi, mengingat atau berpikir dengan jernih. Meski bukan penyakit, brain fog dapat menjadi tanda bahwa tubuh atau pikiran sedang membutuhkan perhatian lebih.
Dilansir dari halodoc.com, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur, stres berkepanjangan, pola makan yang kurang sehat, dehidrasi, hingga kelelahan mental menjadi beberapa penyebab utama munculnya kondisi ini. Istilah brain fog semakin sering diperbincangkan, terutama di era digital ketika aktivitas sehari-hari dipenuhi tuntutan pekerjaan, media sosial, dan informasi yang datang tanpa henti.
Gejala brain fog bisa berbeda pada setiap orang, seperti ada yang merasa sulit fokus saat belajar atau bekerja, mudah lupa terhadap hal-hal sederhana, sulit mengambil keputusan, hingga merasa pikiran berjalan lebih lambat dari biasanya. Kondisi tersebut tentu dapat memengaruhi produktivitas, terutama bagi pelajar, mahasiswa maupun pekerja yang dituntut untuk berpikir cepat dan kreatif dalam menyelesaikan berbagai tugas.
Dilansir dari alodokter.com bahwa otak memerlukan waktu istirahat yang cukup agar dapat bekerja secara optimal. Tidur selama 7 hingga 9 jam setiap malam terbukti membantu proses penyimpanan memori dan memperbaiki fungsi kognitif, selain itu, aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau melakukan peregangan juga dapat meningkatkan aliran darah ke otak sehingga membantu menjaga konsentrasi dan kejernihan berpikir.
Selain istirahat, pola makan juga berperan penting dalam menjaga kesehatan otak. Mengonsumsi makanan yang kaya omega-3, buah-buahan, sayuran hijau, kacang-kacangan, serta mencukupi kebutuhan air putih dapat membantu mendukung fungsi otak dan sebaliknya, konsumsi gula berlebihan, kurang bergerak, serta kebiasaan begadang justru dapat memperburuk gejala brain fog yang dialami seseorang.
Membatasi paparan layar selama beberapa menit setiap beberapa jam, mengurangi notifikasi yang tidak penting, hingga melakukan teknik relaksasi seperti meditasi atau latihan pernapasan dapat membantu mengurangi beban mental yang diterima otak setiap hari. Langkah sederhana ini dinilai efektif untuk mengembalikan fokus dan meningkatkan kualitas berpikir.
Meski sering dianggap sepele, brain fog yang berlangsung dalam waktu lama atau disertai gejala lain seperti sakit kepala berat, gangguan bicara, atau perubahan kesadaran sebaiknya segera dikonsultasikan kepada tenaga medis. Dengan menerapkan pola hidup sehat, mengelola stres, serta menjaga keseimbangan antara aktivitas dan waktu istirahat, masyarakat dapat meminimalkan risiko brain fog dan menjaga kesehatan otak agar tetap optimal dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....