Antisipasi Penyebaran DBD, Puskesmas Dadok Tunggul Hitam Lakukan Fogging
- 03 Jul 2026 02:09 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Puskesmas Dadok Tunggul Hitam melakukan pengasapan (fogging) di Komplek Bungo Bumi Indak Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Kamis pagi 2 Juli 2026. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut penanganan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditemukan di wilayah tersebut.
Penanggung Jawab Program DBD Puskesmas Dadok Tunggul Hitam, Fitriyanti, kepada RRI di Padang mengatakan, fogging difokuskan di sekitar rumah warga yang terindikasi terdapat kasus DBD. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memutus rantai penularan dengan mengendalikan populasi nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebab penyakit.
"Fogging dilakukan karena wilayah Bungo Pasang merupakan area kerja Puskesmas Dadok Tunggul Hitam dan terdapat pasien yang teridentifikasi mengalami gejala DBD. Ini merupakan salah satu langkah cepat untuk mengendalikan penyebaran penyakit," ujarnya.
Dalam pelaksanaan fogging tersebut, Puskesmas menurunkan lima orang petugas lapangan yang didampingi seorang petugas dari Puskesmas Dadok Tunggul Hitam untuk memastikan proses pengasapan berjalan sesuai prosedur.
Fitriyanti mengungkapkan, berdasarkan data Puskesmas Dadok Tunggul Hitam, sepanjang Juni 2026 tercatat lima kasus DBD di wilayah kerjanya. Rinciannya, dua kasus ditemukan di Kelurahan Bungo Pasang dan tiga kasus di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam.
Ia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala awal DBD, seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, maupun pusing. Warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala tersebut agar mendapatkan penanganan sedini mungkin dan terhindar dari komplikasi.
Selain fogging, Fitriyanti menegaskan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) tetap menjadi langkah paling efektif dalam mencegah penyebaran DBD. Karena itu, masyarakat diimbau rutin menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan jentik nyamuk.
"Jentik nyamuk tidak hanya berkembang di genangan air kotor, tetapi juga di air bersih seperti bak mandi, bak penampungan air, wadah dispenser, maupun tempat penampungan air lainnya. Karena itu, tempat-tempat tersebut harus rutin dikuras dan dibersihkan," katanya.
Ia juga mengajak ketua RT dan RW untuk menggerakkan masyarakat melaksanakan gotong royong secara berkala. Menurutnya, keterlibatan seluruh warga dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci utama mencegah penyebaran DBD di permukiman.
Puskesmas Dadok Tunggul Hitam berharap langkah pengasapan yang disertai pemberantasan sarang nyamuk dan partisipasi aktif masyarakat dapat menekan penyebaran kasus DBD, khususnya di wilayah Kecamatan Koto Tangah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....