Hanya Nyamuk Betina Mengisap Darah, Ini Alasannya

  • 30 Jun 2026 18:59 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Salah satu gangguan paling menyebalkan di dalam rumah saat santai adalah suara dengungan nyamuk di dekat telinga, yang biasanya disusul oleh gigitan gatal di kulit. Tapi tidak semua nyamuk yang mengigit manusia.

Faktanya nyamuk jantan sama sekali tidak meminum darah. Nyamuk jantan bertahan hidup hanya dengan mengonsumsi nektar bunga atau cairan manis dari tumbuhan. Makhluk kecil yang menghisap darah manusia adalah nyamuk betina.

Nyamuk betina membutuhkan asupan protein dan zat besi yang sangat tinggi untuk mematangkan telur-telur di dalam tubuhnya. Nutrisi tersebut sayangnya tidak bisa mereka dapatkan hanya dari sari bunga.

Darah manusia dan hewan mamalia lainnya kaya akan protein dan asam amino yang membantu perkembangan telur nyamuk. Tanpa adanya asupan darah, nyamuk betina tidak akan bisa bertelur.

Nyamuk juga memiliki indra penciuman yang sangat canggih untuk mendeteksi targetnya. Nyamuk bisa mendeteksi gas karbondioksida yang dikeluarkan saat manusia mengembuskan napasnya. Jadi orang yang baru selesai berolahraga atau berbadan besar biasanya mengeluarkan gas karbondiaksida lebih banyak, sehingga lebih mudah diincar.

Saat akan menghisap darah manusia, nyamuk betina akan menyuntikkan air liurnya ke dalam kulit. Air liur ini mengandung zat antikoagulan agar darah tetap mengalir lancar saat diisap. Sistem imun manusia kemudian mendeteksi air liur asing ini dan melepaskan zat kimia bernama histamin untuk melawannya. Reaksi histamin inilah yang akhirnya menyebabkan kulit menjadi bentol, memerah, dan terasa sangat gatal setelah digigit.

Momen pasca hujan menjadi waktu emas bagi nyamuk betina untuk berburu darah manusia demi mematangkan telur-telurnya. Oleh karena itu rutinlah menguras genangan air di sekitar rumah agar siklus reproduksi nyamuk tidak berubah menjadi ancaman penyakit.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....