Benarkah Daging Tupai Bisa Menyembuhkan Penyakit Diabetes?

  • 30 Jun 2026 14:40 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang- Hewan Tupai yang dikenal hidup liar dan menjadi parasit bagi penati kelapa, konon katanya daging tupai liar ini dapat menyembuhkan penyakit diabetes. Benarkah daging tupai dapat mengobati penyakit diabetes seperti yang di bilang kebanyakan orang diluar sana?

Secara medis, klaim daging tupai adalah obat diabetes belum terbukti secara ilmiah dan hanya merupakan mitos atau kepercayaan tradisional masyarakat. Diabetes adalah penyakit kronis akibat gangguan produksi atau penggunaan insulin yang tidak bisa disembuhkan secara instan hanya dengan mengonsumsi jenis daging tertentu.

Berikut adalah fakta medis penting terkait klaim tersebut:

Fakta Nutrisi Daging Tupai
  • Tinggi Protein: Daging tupai mengandung sekitar 21,4 gram protein per 100 gram. Protein memang baik untuk metabolisme dan aman bagi penderita diabetes karena tidak menaikkan gula darah secara drastis.
  • Rendah Lemak: Karakteristik dagingnya cenderung rendah lemak, mirip dengan dada ayam tanpa kulit.
  • Bukan Obat: Kandungan nutrisi ini hanya menjadikan daging tupai sebagai sumber protein alternatif, bukan sebagai obat atau zat penurun kadar gula darah (glukosa).
Risiko Mengonsumsi Daging Tupai
  • Infeksi Bakteri dan Parasit: Tupai yang ditangkap di alam liar berisiko membawa bakteri (Salmonella atau Tularemia) serta parasit berbahaya bagi tubuh manusia.
  • Penyakit Sapi Gila (vCJD): Beberapa penelitian medis melaporkan keterkaitan antara konsumsi otak tupai dengan risiko penyakit otak langka variant Creutzfeldt-Jakob Disease.
  • Higienitas: Pengolahan daging liar sering kali tidak melalui uji klinis atau standar kebersihan yang ketat.

Penanganan Diabetes yang Benar
Penderita diabetes disarankan untuk mengendalikan kadar gula darah melalui metode medis yang sudah teruji, seperti:
  • Terapi Medis: Mengonsumsi obat penurun glukosa atau suntik insulin sesuai resep dokter.
  • Pola Makan Sehat: Memilih sumber protein aman seperti ikan, ayam tanpa kulit, tahu, dan tempe.
  • Batasi Karbohidrat: Menghindari makanan manis dan mengontrol porsi karbohidrat sederhana.
  • Gaya Hidup: Rutin berolahraga dan memeriksa kadar gula darah secara berkala.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....