Lanskap Hijau Khatib Sulaiman yang Terancam Mati

  • 31 Mei 2026 13:10 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Kawasan Jalan Khatib Sulaiman, Padang kini punya wajah baru saat malam hari. Puluhan pedagang kopi keliling berjejer memanfaatkan rindangnya pepohonan dan hijaunya rumput taman kota.

Di balik geliat ekonomi kreatif tersebut, ada harga lingkungan yang harus dibayar mahal. Pengamat Lingkungan dari Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Indang Dewata kepada RRI, Minggu, 31 Mei 2026 mengingatkan, ruang terbuka hijau memiliki fungsi ekologis yang tidak boleh dikorbankan demi pembiaran aktifitas ekonomi yang tanpa regulasi.

Hamparan rumput yang sejatinya berfungsi sebagai paru-paru kota dan daerah resapan air, beralih fungsi menjadi alas tikar, tempat menaruh tabung gas, kursi plastik hingga pembuangan limbah air seduhan.

“Rumput hijau yang dirawat dengan anggaran daerah itu kini mulai botak, menguning dan mengeras akibat injakan kaki serta beban aktifitas dagang yang massif,” paparnya.

Prof. Indang Dewata menjelaskan, kerusakan rumput akibat aktifitas manusia berkelanjutan tersebut bukan sekadar masalah estetika atau pemandangan yang menjadi buruk, melainkan ada ancaman ekologis yang lebih serius di bawah permukaan tanah.

Menurutnya, kawasan Khatib Sulaiman dirancang sebagai koridor hijau dan etalase utama Kota Padang. Jika pembiaran ini terus berlanjut, fungsi estetika dan ekologis kawasan tersebut akan hilang sepenuhnya dalam hitungan bulan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....