Agar Tetap Segar Menghadapi Cuaca Panas yang Ekstrem
- 30 Mei 2026 18:39 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah dapat memengaruhi kesehatan dan aktivitas sehari-hari masyarakat. Paparan suhu tinggi dalam waktu lama tidak hanya menyebabkan rasa tidak nyaman, tetapi juga meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan, hingga gangguan kesehatan yang lebih serius.
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, suhu udara di sejumlah daerah di Indonesia dapat mencapai lebih dari 35 derajat Celsius pada periode tertentu. Kondisi ini membuat tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap normal.
Salah satu langkah penting untuk tetap segar adalah menjaga kecukupan cairan tubuh. Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar 2 hingga 2,5 liter air per hari, dan kebutuhan tersebut dapat meningkat saat cuaca panas atau ketika melakukan aktivitas fisik di luar ruangan.
Selain memperbanyak minum air putih, masyarakat juga disarankan mengonsumsi buah-buahan yang kaya kandungan air seperti semangka, melon, jeruk, dan pepaya. Buah-buahan tersebut tidak hanya membantu hidrasi, tetapi juga menyediakan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
Pemilihan pakaian juga berpengaruh terhadap kenyamanan saat cuaca panas. Pakaian berbahan katun dengan warna terang cenderung lebih mampu menyerap keringat dan memantulkan panas dibandingkan pakaian berwarna gelap.
Menurut World Health Organization, paparan panas berlebih dapat meningkatkan risiko heat exhaustion atau kelelahan akibat panas. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas fisik berat pada rentang waktu pukul 10.00 hingga 16.00, saat intensitas sinar matahari biasanya berada pada puncaknya.
Istirahat yang cukup juga menjadi faktor penting dalam menjaga kebugaran tubuh saat cuaca panas. Tidur selama 7–9 jam per malam membantu tubuh memulihkan energi dan menjaga fungsi organ tetap optimal.
Bagi pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan, penggunaan pelindung seperti topi, payung, atau tabir surya dapat membantu mengurangi dampak paparan sinar ultraviolet. Langkah sederhana ini dapat melindungi kulit sekaligus menjaga kenyamanan selama beraktivitas.
Tidak kalah penting, menjaga sirkulasi udara di dalam rumah juga dapat membantu mengurangi rasa gerah. Membuka ventilasi pada waktu yang tepat atau menggunakan kipas angin secara efisien dapat membuat suhu ruangan terasa lebih nyaman.
Dengan menerapkan berbagai langkah tersebut, masyarakat dapat tetap segar dan produktif meskipun menghadapi cuaca panas yang ekstrem. Kunci utamanya adalah menjaga hidrasi, mengatur aktivitas dengan bijak, serta memperhatikan kondisi tubuh agar terhindar dari dampak buruk suhu tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....