Actinic keratosis Global Day, Dokter RS Djamil Ingatkan Deteksi Dini Kondisi Kulit
- 28 Mei 2026 18:13 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Dokter Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil Kota Padang menyebut banyak pasien baru memeriksakan diri setelah kelainan kulit mengalami perdarahan. Kondisi itu menandakan kelainan kulit sudah berkembang dan berisiko menjadi kanker kulit.
Hal itu disampaikan dokter spesialis kulit RSUP. Dr. M Djamil Padang, dr. Indah Indria Sari, menjelaskan banyak pasien mengabaikan kelainan kulit karena tidak menimbulkan rasa sakit. Pasien biasanya baru memeriksakan diri ketika luka semakin melebar dan mudah berdarah.
“Pasien sering datang saat kelainan kulitnya sudah banyak dan mudah berdarah. Padahal kondisi itu harus segera diperiksa dokter kulit,” ujar dr. Indah dalam dialog di RRI padang yang membahas Hari Actinic keratosis Global Day pada Selasa, 26 Mei 2026.
Ia mengatakan kelainan kulit tersebut muncul akibat paparan sinar matahari dalam waktu lama. Paparan sinar ultraviolet dapat merusak DNA kulit dan memicu pertumbuhan sel tidak normal.
Menurut Indah, kelainan kulit awal biasanya berupa bercak kasar menyerupai permukaan amplas. Kelainan itu sering muncul pada wajah, lengan, bibir, dan kulit kepala yang terpapar langsung oleh matahari.
“Kalau luka kulit tidak sembuh dan terus melebar, masyarakat harus waspada. Apalagi kalau kulit sudah mudah berdarah,” kata dr. Indah.
Ia mengingatkan pekerja lapangan memiliki risiko lebih tinggi terkena kelainan kulit akibat sinar matahari. Petani, nelayan, atlet, dan pekerja luar ruangan diminta lebih melindungi kulit.
Menurut Indah, penggunaan tabir surya dapat membantu mencegah kerusakan kulit akibat sinar ultraviolet. Penggunaan topi, payung, dan pakaian lengan panjang juga dianjurkan.
Ia mengatakan masyarakat dapat melakukan pemeriksaan kulit sendiri secara berkala. Pemeriksaan itu membantu menemukan tanda awal kelainan kulit lebih cepat.
“Kalau ditemukan bercak kasar yang menetap, segera konsultasikan ke dokter kulit. Deteksi dini dapat mencegah kanker kulit,” ujar dr. Indah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....