Posyandu Pasaman Barat Didorong Jadi Pusat Layanan Terpadu

  • 29 Apr 2026 18:50 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Tim Pembina Posyandu menekankan pentingnya penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam penguatan layanan dasar. Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui layanan yang lebih terintegrasi.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Tim Pembina Posyandu Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto saat melakukan kunjungan ke Posyandu Kuala Jorong Pasa Lamo dan TK Taman Firdaus. Kegiatan itu berlangsung di Jorong Sialang, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, bertepatan dengan Hari Posyandu Nasional, Rabu, 29 April 2026.

Menurut Sifrowati, transformasi Posyandu melalui enam SPM menjadi strategi penting dalam menghadirkan layanan terpadu. Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mencakup pendidikan, sosial, sanitasi, dan perlindungan masyarakat.

“Posyandu saat ini telah berkembang menjadi pusat layanan masyarakat yang lebih luas. Berbagai persoalan seperti kekerasan, anak yang belum mengikuti PAUD, hingga kondisi sanitasi keluarga dapat dilaporkan melalui kader untuk ditindaklanjuti secara berjenjang,” ucapnya.

Ia juga menyebut penguatan Posyandu berbasis enam SPM sejalan dengan momentum Hari Posyandu Nasional. Upaya ini sekaligus menjadi kontribusi daerah dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

“Posyandu harus menjadi layanan yang aktif, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. Keberadaannya diharapkan benar-benar menjadi ujung tombak pelayanan dasar di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Sasak Ranah Pasisie, Haris Antoni mengapresiasi pembinaan yang dilakukan Tim Pembina Posyandu Pasbar. Penerapan enam SPM merupakan amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 yang wajib dilaksanakan oleh seluruh daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....