Dampak Radiasi HP terhadap Kesehatan Mata

  • 15 Apr 2026 08:13 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Di zaman modern ini, hampir semua orang tidak bisa lepas dari smartphone. Baik untuk bekerja, belajar, bermain, maupun sekedar hiburan, layar HP seolah menjadi teman sehari-hari. Namun, di balik kemudahan itu, ada bahaya tersembunyi yang mengintai kesehatan mata. Radiasi dari layar ponsel, ditambah durasi menatap yang terlalu lama, bisa menimbulkan masalah serius bagi mata kita.

Paparan radiasi cahaya biru (blue light) dari layar HP secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan mata, mulai dari kelelahan ringan hingga risiko kerusakan jangka panjang. Perangkat telepon seluler (HP) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaan HP memicu pertanyaan seputar efek radiasi HP terhadap kesehatan. Penting untuk memahami bahwa HP memancarkan radiasi non-ionisasi, yang dikenal juga sebagai radiasi frekuensi radio (RF).

Gelombang elektromagnetik ini termasuk dalam kategori gelombang radio, yang dikenal dengan istilah Radio Frequency (RF). RF adalah bentuk energi yang dipancarkan dalam bentuk gelombang, yang bisa diserap oleh tubuh manusia. Meskipun HP menggunakan tingkat radiasi yang rendah, paparan terus-menerus dalam jangka waktu lama masih menimbulkan kekhawatiran.

Radiasi jenis ini berbeda dari radiasi ionisasi (seperti X-ray) yang memiliki energi cukup untuk merusak DNA secara langsung. Radiasi RF dari HP bekerja dengan memanaskan jaringan tubuh, dan kekhawatiran muncul terkait potensi efek jangka panjang akibat paparan berulang. Organ yang paling dekat dengan ponsel saat digunakan, seperti otak dan mata, menjadi fokus utama penelitian.

Penggunaan HP, terutama sebelum tidur, memiliki kaitan erat dengan gangguan pola tidur. Hal ini tidak hanya disebabkan oleh radiasi RF, tetapi juga oleh cahaya biru (blue light) yang dipancarkan oleh layar perangkat. Cahaya biru diketahui dapat menghambat produksi hormon melatonin, hormon yang berperan penting dalam mengatur siklus tidur-bangun tubuh. Penurunan melatonin dapat menyebabkan kualitas tidur menurun, sulit tidur, atau bahkan insomnia.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....