Prevalensi Stunting Kabupaten Tanah Datar Naik Jadi 26,9 Persen
- 07 Mar 2026 04:37 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Penanggulangan stunting di Kabupaten Tanah Datar dinilai semakin mendesak karena menjadi ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan. Kondisi ini berdampak pada terhambatnya pertumbuhan fisik anak serta menurunnya kemampuan kognitif, sehingga membutuhkan penanganan serius dan kolaborasi dari seluruh pihak.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting (TP3S) Tanah Datar saat memimpin Rapat Koordinasi TP3S di Aula Bappeda Litbang Pagaruyung, Kamis 5 Maret 2026.
Ahmad Fadly mengungkapkan berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kabupaten Tanah Datar mengalami kenaikan pada tahun 2025. “Berdasarkan hasil SSGI, angka prevalensi stunting di Kabupaten Tanah Datar untuk tahun 2025 meningkat dari 18,5 persen menjadi 26,9 persen. Tentu ini menjadi tugas berat bagi kita untuk kembali menurunkannya,” ujarnya.
Ahmad Fadly menekankan berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan angka stunting. Namun ke depan, yang paling dibutuhkan adalah aksi nyata di lapangan. “Saya minta seluruh camat memaparkan apa saja yang telah dan akan dilakukan terkait percepatan penurunan dan pencegahan stunting, termasuk strategi ke depan,” katanya.
Ia juga berharap seluruh Tim Percepatan Penurunan Stunting mulai dari tingkat jorong, nagari, kecamatan hingga kabupaten dapat memperkuat koordinasi dan bergerak cepat. “Monitoring, evaluasi, serta audit kasus stunting harus terus dilakukan. Libatkan masyarakat melalui sosialisasi dari dinas terkait agar penurunan stunting benar-benar menjadi gerakan bersama,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua TP3S sekaligus Ketua TP PKK Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra menambahkan percepatan penurunan stunting harus melibatkan berbagai sektor dan perangkat daerah secara terpadu. “Penurunan stunting memerlukan pendekatan yang komprehensif dengan melibatkan berbagai sektor dan OPD agar target penurunan stunting dapat tercapai,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya analisis mendalam terhadap perbedaan data prevalensi stunting, khususnya yang bersumber dari SSGI, sehingga pemerintah daerah memiliki dasar kebijakan yang akurat dalam mengambil langkah penanganan. Selain itu, ia berharap berbagai inovasi yang telah dibuat dalam program penanganan stunting tidak hanya menjadi simbol atau slogan tahunan, tetapi benar-benar dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh nagari di Kabupaten Tanah Datar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....