Mengenal Wabah Listeria
- 23 Des 2024 16:18 WIB
- Padang
KBRN, Padang: Listeriosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes. Bakteri ini ditemukan secara alami di tanah, air, dan beberapa makanan tertentu. Infeksi ini tergolong serius, terutama bagi kelompok berisiko tinggi seperti wanita hamil, bayi baru lahir, lansia dan orang dengan sistem imun lemah.
Dikutip dari antara news, Amerika Serikat melaporkan wabah listeriosis yang signifikan. Menurut laporan, lebih dari 50 infeksi dan delapan kematian telah terjadi akibat wabah ini. Wabah ini diduga terkait dengan konsumsi daging olahan yang terkontaminasi. Di Indonesia, meskipun kasus listeriosis jarang dilaporkan, kewaspadaan tetap diperlukan. Kementerian Kesehatan RI telah memberikan informasi mengenai bakteri Listeria monocytogenes dan langkah-langkah pencegahannya.
Sumber Penularan
Bakteri Listeria dapat masuk ke tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi. Beberapa sumber umum meliputi:
- Produk susu yang tidak dipasteurisasi.
- Daging olahan seperti sosis dan daging deli.
- Ikan asap dan makanan laut lainnya.
- Sayuran mentah yang tidak dicuci dengan baik.
- Kontaminasi yang bisa terjadi selama proses produksi, pengemasan, atau penyimpanan.
Gejala Listeriosis
Gejala listeriosis dapat muncul antara 3 hingga 70 hari setelah terpapar bakteri, dengan rata-rata sekitar 21 hari. Gejala umum meliputi demam, nyeri otot, mual, dan diare. Jika infeksi menyebar ke sistem saraf pusat, dapat menyebabkan sakit kepala, kaku leher, kebingungan, kehilangan keseimbangan, dan kejang. Pada wanita hamil, infeksi dapat menyebabkan keguguran atau infeksi serius pada bayi yang baru lahir.
Langkah Pencegahan
Untuk mencegah infeksi listeriosis, perhatikan hal-hal berikut:
Konsumsi Makanan yang Dipasteurisasi: Hindari produk susu yang tidak dipasteurisasi dan pastikan makanan dimasak hingga matang sempurna.
Kebersihan Dapur: Cuci tangan, peralatan masak, dan permukaan dapur dengan sabun dan air hangat sebelum dan setelah menyiapkan makanan.
Penyimpanan Makanan: Simpan makanan pada suhu yang tepat dan hindari menyimpan makanan terlalu lama.
Hindari Makanan Berisiko: Bagi individu yang rentan, hindari makanan seperti daging deli yang tidak dipanaskan ulang, keju lunak dari susu yang tidak dipasteurisasi, dan makanan siap saji yang disimpan dalam waktu lama.
Listeriosis adalah penyakit yang bisa dicegah dengan kebiasaan higienis dan pemahaman mengenai risiko makanan. Upaya pencegahan tidak hanya melibatkan individu, tetapi juga pemerintah dan produsen makanan untuk memastikan keamanan pangan di setiap tahap produksi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....