Mengapa Awan Tidak Jatuh Padahal Beratnya Ribuan Ton

  • 15 Apr 2024 12:17 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Kalau menganggap awan seringan kapas, maka kita keliru. Awan yang tampak mengapung seperti balon helium itu punya bobot yang luar biasa berat. Namun, berat spesifik awan tergantung pada berat tetesan air yang ada di awan dan berat tetesan ditambah berat udara.

Contohnya awan dengan kepadatan 0,5 gram per meter kubik pada awan sekitar 1 km kubik atau volume 1 miliar meter kubik. Maka, hitungan bobotnya sekitar 1.000.000.000 x 0,5 = 500.000.000 gram tetesan air di awan atau sekitar 500.000 kg dan setara 551 ton berat awan. Dengan contoh penghitungan dari United States Geological Survey ini, sudah terbayang berat awan yang mengapung di atas kepala kita. Namun, kenapa awan selalu di atas.

Awan terbuat dari uap air yang berkumpul dan punya bobot super berat. Jika awan berat, mengapa awan tidak jatuh ke tanah. Belum lagi ada gravitasi bumi yang menarik semua benda ke permukaan.

Dikutip dari beberapa sumber awan tidak jatuh karena secara teknis tenggelam ke udara sekitar, hanya saja dengan kecepatan yang sangat kecil sehingga awan tampak mengapung. Sepanjang abad ke-16, Galileo Galilei menunjukkan bahwa semua benda jatuh dengan kecepatan yang sama terlepas dari massanya, tetapi hanya dalam ruang hampa.

Sementara gaya gravitasi menekan suatu benda, memaksanya jatuh ke permukaannya, partikel udara yang bertabrakan dengan awan saat turun juga mengerahkan gaya ke arah yang berlawanan, yang dikenal sebagai hambatan udara. Hambatan udara sangat dipengaruhi oleh bentuk benda. Semakin ramping suatu objek, semakin sedikit hambatan udaranya.

Karena awan tersebar di area yang luas, hambatan udaranya sangat besar. Selain hambatan udara, ada gaya lain yang menopang awan, yakni konveksi udara yang menciptakan gaya ke atas, menyebabkan uap air mengembun menjadi tetesan atau kristal es yang terlihat.

Ini melepaskan panas ke udara sekitarnya, yang menyebabkannya menjadi lebih hangat dan kurang padat dibandingkan udara di sekitarnya. Udara yang hangat dan kurang padat ini naik, menciptakan gaya ke atas yang membantu menjaga awan tetap melayang dengan meniadakan kecepatan jatuhnya awan yang kecil.

Jadi, meskipun awan mengandung banyak kristal air dan tetesan yang secara teknis lebih padat daripada udara di sekitarnya, air ini menyebar sangat tipis sejauh berkilo-kilo sehingga efek gravitasi dapat diabaikan

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....