Unand Benahi Disparitas Data Kepegawaian ASN lewat DMS

  • 03 Okt 2026 11:22 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Universitas Andalas (Unand) membenahi disparitas data kepegawaian Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Document Management System (DMS) pada ASN Digital Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pembenahan dilakukan untuk memastikan dokumen dan data kepegawaian ASN sesuai serta mendukung layanan administrasi seperti kenaikan pangkat, mutasi dan persiapan pensiun.

Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi DMS dan penyelesaian disparitas data yang digelar secara hybrid di Ruang Rapat Senat Unand, Kamis 1 Oktober 2026. Kegiatan melibatkan ASN di lingkungan Unand agar setiap pegawai dapat memahami kebutuhan pemutakhiran dan kelengkapan dokumen dalam sistem digital.

Rektor Unand, Dr. Efa Yonnedi mengatakan data kepegawaian yang tidak sesuai atau belum lengkap dapat menghambat proses administrasi ASN ketika membutuhkan layanan kepegawaian. Karena itu, Unand mendorong pemutakhiran dokumen agar data yang tersimpan dalam sistem dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan administrasi secara lebih cepat.

Efa menyampaikan, DMS mengubah pengelolaan dokumen kepegawaian dari sistem konvensional menjadi penyimpanan digital yang terstruktur. Sistem tersebut memungkinkan dokumen tersimpan dan diakses sesuai kebutuhan dalam proses layanan kepegawaian.

“DMS ini seperti lemari digital yang menyimpan dokumen kepegawaian secara terstruktur. Dengan dokumen yang tersimpan secara digital, proses administrasi menjadi lebih praktis dan tertata,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksanaan sosialisasi juga menghadirkan Prof. Dr.-Ing. Amalia Suzanti, selaku Pelaksana Tugas Kepala Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Materi yang diberikan yaitu penggunaan DMS melalui ASN Digital BKN serta langkah penyelesaian perbedaan data kepegawaian.

“Transformasi digital juga dilakukan melalui berbagai inovasi layanan, salah satunya penerapan ijazah elektronik. Langkah ini mendukung tata kelola universitas yang semakin berbasis teknologi. Pembenahan data dan digitalisasi dokumen tersebut ditujukan untuk mengurangi kendala administrasi serta mempermudah ASN memperoleh layanan kepegawaian," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....