Dari Sampah hingga Sungai: Begini Mikroplastik Masuk ke Lingkungan
- 29 Sep 2026 08:32 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Mikroplastik kini menjadi perhatian karena ukurannya sangat kecil dan mudah berpindah melalui berbagai jalur lingkungan sekitar manusia sehari-hari. Partikel tersebut dapat berasal dari sampah plastik yang terurai akibat sinar matahari, gesekan, panas, serta proses alam bertahap.
Menurut Livescience, sampah plastik yang dibuang sembarangan perlahan mengalami pelapukan hingga berubah menjadi serpihan berukuran sangat kecil tersebut. Serpihan itu kemudian terbawa angin, hujan, saluran air, dan aliran sungai menuju wilayah perairan yang lebih luas bertahap.
Mikroplastik juga dapat muncul dari aktivitas sehari-hari seperti mencuci pakaian berbahan sintetis dan menggunakan berbagai produk berbahan plastik. Serat berukuran sangat kecil dapat terbawa bersama air limbah menuju saluran pembuangan sebelum akhirnya memasuki lingkungan perairan sekitar.
Di laut, gelombang dan paparan sinar matahari membantu memecah plastik berukuran besar menjadi partikel yang semakin kecil perlahan. Arus laut kemudian menyebarkan partikel tersebut hingga mencapai kawasan pesisir, laut terbuka, bahkan wilayah yang jauh dari sumber.
Mikroplastik juga dapat ditemukan pada debu rumah tangga yang kemudian berpindah melalui udara dan aktivitas manusia sehari-hari terus. Ketika debu tersebut terbawa keluar ruangan, partikelnya dapat masuk ke tanah, saluran air, dan lingkungan sekitar lainnya perlahan.
Pengelolaan sampah yang belum optimal turut meningkatkan peluang plastik bocor ke lingkungan dan mengalami proses penguraian secara perlahan. Kondisi drainase, kebiasaan membuang sampah, serta penggunaan plastik sekali pakai dapat memperbesar jumlah material yang berpotensi terurai cepat.
Karena ukurannya sangat kecil, mikroplastik sulit terlihat dan mudah berpindah dari satu lingkungan menuju lingkungan lainnya secara bebas. Upaya mengurangi sampah plastik, memperbaiki pengelolaan limbah, dan menjaga kebersihan sungai dapat membantu membatasi penyebarannya signifikan untuk lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....