UNP Terapkan Mesin Pencacah Pelepah Sawit untuk Pakan Ternak di Agam
- 16 Sep 2026 05:16 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Universitas Negeri Padang (UNP) menerapkan mesin pencacah pelepah sawit untuk membantu memperkuat ketersediaan pakan ternak di Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam. Teknologi tersebut diberikan kepada Kelompok Ternak Saiyo Sakato untuk mengolah limbah pelepah sawit menjadi bahan pakan alternatif bagi ternak ruminansia.
Penerapan teknologi tepat guna ini merupakan bagian dari Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) dengan Pendekatan Multidisiplin Kemitraan Masyarakat (PMKM). Kegiatan dilaksanakan di Dusun Labu Pacah, Jorong IV Garagahan, Nagari Garagahan, Selasa 15 September 2026.
Ketua Tim Pengabdian UNP, Ir. Andril Arafat, S.T., M.Eng., Ph.D., mengatakan inovasi tersebut dihadirkan karena peternak masih cukup bergantung pada rumput lapangan sebagai sumber utama pakan. Di sisi lain, potensi limbah pelepah kelapa sawit yang tersedia di sekitar masyarakat belum dimanfaatkan secara optimal.

Menurutnya, pelepah sawit memiliki potensi sebagai bahan pakan alternatif bagi ternak seperti sapi dan kambing. Namun, teksturnya yang keras membuat pelepah sulit diberikan secara langsung sehingga membutuhkan proses pencacahan terlebih dahulu.
“Pelepah kelapa sawit memiliki potensi untuk dijadikan bahan pakan alternatif bagi ternak ruminansia. Selama ini pencacahan secara manual membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar,” ujarnya.
Untuk mengatasi kendala tersebut, tim pengabdian menyerahkan satu unit mesin pencacah pelepah sawit atau mesin pencacah pakan ternak kepada Kelompok Ternak Saiyo Sakato. Mesin tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 200 kilogram per jam dengan ukuran hasil cacahan sekitar 1 hingga 3 sentimeter yang dapat disesuaikan.
Mesin menggunakan rangka besi siku 40 x 40 milimeter dan dilengkapi empat bilah pisau pencacah berbahan baja karbon. Peralatan tersebut juga dilengkapi sistem transmisi puli dan sabuk serta corong pemasukan dan pengeluaran bahan.
Ketua Kelompok Ternak Saiyo Sakato, Mesri, menyambut baik bantuan teknologi tersebut. "Mesin ini akan kami kelola dan dimanfaatkan secara bersama oleh anggota kelompok untuk mengolah pelepah sawit sebagai bahan pakan ternak," ucapnya.
Kelompok juga bertanggung jawab terhadap pengoperasian, keamanan, perawatan rutin, pencatatan penggunaan, serta keberlanjutan pemanfaatan mesin sebagai aset produktif kelompok. " Kami berharap kehadiran mesin dapat mengurangi beban kerja sekaligus mempercepat penyediaan bahan pakan," tutur Mesri.

Wali Nagari Garagahan, Darmalion, turut mendukung penerapan teknologi tersebut. Menurutnya, pemanfaatan mesin pencacah dapat membantu meningkatkan efisiensi usaha peternakan sekaligus mengoptimalkan sumber daya lokal yang tersedia di nagari.
Program pengabdian UNP tidak hanya memberikan mesin kepada kelompok ternak. Tim juga memberikan pelatihan dan pendampingan mengenai pengoperasian dan perawatan mesin, pemanfaatan pelepah sawit sebagai bahan pakan alternatif, pengelolaan pakan, serta penguatan manajemen usaha peternakan.
Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa UNP dalam survei, pengumpulan data, pendampingan masyarakat, praktik penggunaan mesin, dokumentasi, hingga monitoring dan evaluasi. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari pembelajaran langsung dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Melalui teknologi tersebut, pelepah sawit yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal diharapkan dapat diolah menjadi sumber pakan yang lebih bernilai. Pemanfaatannya juga diharapkan meningkatkan ketersediaan pakan, menghemat waktu dan tenaga peternak, serta mendorong kemandirian Kelompok Ternak Saiyo Sakato dalam mengelola potensi lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....