Pesona Okultasi Venus pada Bulan September, Catat Tips Pengamatannya
- 08 Sep 2026 11:59 WIB
- Padang
Poin Utama
- Fenomena yang populer disebut gerhana Venus ini secara teknis dinamakan Okultasi Venus, yaitu momen ketika Planet Venus tampak bersembunyi dan tertutup perlahan di balik piringan Bulan.
- Komunitas Astronomi Sumbar meluruskan spekulasi mistis dan menegaskan bahwa peristiwa ini adalah murni mekanika benda langit yang aman serta tidak berkaitan dengan pertanda musibah.
- Untuk memfasilitasi antusiasme warga dan generasi muda, Komunitas Astronomi Sumbar berencana menggelar acara teropong bersama di Sumatra Barat.
RRI.CO.ID, Padang - Program Obrolan Komunitas Pro 1 RRI Padang kembali hadir untuk penggemar astronomi dengan membahas tentang fenomena gerhana Venus. Dalam siaran yang berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026 tersebut mengupas tuntas peristiwa langit langka yang dijadwalkan hadir sepanjang September tahun ini.
Presenter Rita Ismael memandu jalannya dialog interaktif bersama dua orang perwakilan Komunitas Astronomi Sumatra Barat malam itu. Kedua narasumber yang hadir langsung di Studio Pro 1 RRI Padang tersebut membagikan wawasan mendalam mengenai proses terjadinya Okultasi Venus oleh piringan Bulan malam.
Pradika Alim Zulemil menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi saat posisi planet Venus tepat bersembunyi di balik Bulan. Lintasan sejajar antara Bumi dan benda langit tersebut menciptakan pemandangan unik yang amat jarang bisa disaksikan.
Satu narasumber lain yaitu Hadi Albireo menyebutkan bahwa istilah populer masyarakat untuk fenomena ini adalah gerhana Venus. Secara teknis para pakar astronomi lebih sering menyebut peristiwa penutupan planet oleh Bulan ini sebagai okultasi.
Kejadian astronomi ini tergolong sangat langka karena membutuhkan kepresisian sudut pandang yang tepat dari wilayah Sumatra Barat. Masyarakat lokal yang beruntung bisa melihat titik terang Venus memudar perlahan saat tertutup oleh piringan Bulan.
Pengamatan secara langsung sebenarnya bisa dilakukan tanpa alat khusus apabila kondisi cuaca malam hari sedang cerah. Planet Venus akan terlihat seperti bintang yang sangat terang tepat bersisian dengan piringan Bulan sabit malam.
Meski demikian Hadi Albireo tetap menyarankan penggunaan instrumen teleskop atau binokular untuk hasil pengamatan yang optimal. Penggunaan alat bantu akan memperjelas detik-detik saat planet tersebut mulai menghilang di balik tepi piringan Bulan.
Tantangan terbesar bagi para pengamat lokal adalah potensi kemunculan awan tebal yang dapat menghalangi pandangan ke langit. Kondisi cuaca cerah menjadi syarat mutlak agar keindahan peristiwa alam tersebut dapat dinikmati secara sempurna.
Melalui tayangan di kanal YouTube RRI Pro 1 Padang ini Komunitas Astronomi Sumbar turut meluruskan berbagai mitos. Pradika Alim Zulemil menegaskan bahwa fenomena ini murni peristiwa mekanika alam dan bukan pertanda musibah apapun.
Edukasi publik mengenai astronomi dianggap sangat penting agar masyarakat tidak mudah percaya pada rumor mistis setempat. Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi khalayak umum yang ingin mengenal rahasia alam semesta.
Komunitas Astronomi Sumbar juga berencana menggelar agenda teropong bersama untuk memfasilitasi antusiasme warga yang ingin menyaksikan langsung. Acara pengamatan bersama ini diharapkan mampu memantik minat generasi muda terhadap pengembangan ilmu pengetahuan astronomi modern.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....