UNP Latih Guru SLBN 1 Linggo Sari Baganti Kembangkan Media Pembelajaran Adaptif

  • 16 Agt 2026 01:57 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID,Padang - Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat memberikan pelatihan teknologi adaptif berbasis H5P (HTML 5 Package) kepada guru SLBN 1 Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Sabtu, 25 Juli 2026. Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi digital guru dalam mengembangkan media pembelajaran interaktif dan adaptif, sekaligus mendukung terwujudnya kesetaraan digital bagi anak berkebutuhan khusus.

Ketua Tim Pengabdian, Septiana Vratiwi, M.Kom., menyampaikan apresiasi kepada pihak SLBN 1 Linggo Sari Baganti yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan. "Kami berharap pelatihan ini dapat menambah wawasan guru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan sesuai dengan karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus," ucapnya.

Sementara itu, Kepala SLBN 1 Linggo Sari Baganti, Zaipul Indra, S.Pd., mengapresiasi UNP yang telah menjadikan sekolah tersebut sebagai mitra pengabdian. "Kami berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan guru dalam proses pembelajaran sehingga menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna bagi siswa," ujar Zaipul.

Dalam pelatihan, peserta terlebih dahulu mendapatkan materi mengenai inklusi digital di era Society 5.0. Materi tersebut membahas transformasi pendidikan digital, hak memperoleh pendidikan inklusif, tantangan yang dihadapi guru SLB, serta pentingnya pemanfaatan teknologi adaptif.

Selanjutnya, para guru mengikuti praktik pembuatan media pembelajaran menggunakan H5P, khususnya fitur Drag and Drop dan Branching Scenario. Septiana mengatakan kedua fitur tersebut dimanfaatkan untuk menciptakan pembelajaran visual dan interaktif, sekaligus membantu siswa memahami konsep melalui aktivitas dan skenario pembelajaran.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para guru aktif berdiskusi dan mempraktikkan secara langsung pembuatan media pembelajaran berbasis H5P sesuai dengan kebutuhan peserta didik di sekolah.

Kegiatan pengabdian kemudian dilanjutkan pada hari berikutnya melalui implementasi media pembelajaran H5P yang telah dirancang guru. Media tersebut digunakan secara langsung dalam proses pembelajaran bersama siswa SLBN 1 Linggo Sari Baganti.

Septiana menjelaskan hasil implementasi menunjukkan respons positif dari siswa. ”Mereka terlihat antusias dan aktif mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran. Perpaduan unsur bermain, aktivitas interaktif, serta tampilan visual yang menarik mampu meningkatkan rasa ingin tahu, semangat belajar, dan partisipasi siswa,"ucap Septiana.

Guru juga mengamati siswa lebih mudah memahami materi karena media H5P mampu menyajikan informasi secara konkret, menarik, dan sesuai dengan karakteristik belajar anak berkebutuhan khusus. Penggunaan media interaktif tersebut dinilai tidak hanya meningkatkan kualitas proses pembelajaran, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna bagi siswa.

Septiana Vratiwi menegaskan, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pembelajaran digital yang berkualitas. Karena itu, pemanfaatan teknologi adaptif seperti H5P diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mendukung pembelajaran yang lebih inklusif dan mewujudkan kesetaraan digital bagi anak berkebutuhan khusus.

Kegiatan tersebut juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kompetensi digital guru dan pengembangan pembelajaran inklusif. Selain itu, kegiatan turut mendukung SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses pendidikan digital yang setara bagi anak berkebutuhan khusus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....