Poltekkes Padang Uji Efikasi Bilbahoney untuk Atasi Stunting
- 14 Agt 2026 08:35 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Poltekkes Kemenkes Padang resmi meluncurkan penelitian uji efikasi produk inovasi Bilbahoney, Rabu 12 Agustus 2026. Penelitian tersebut bertajuk “Kolaborasi Penelitian dan Inovasi Pangan Lokal Mendukung Zero Stunting di Wilayah Puskesmas Pasar Baru dan Puskesmas Koto Berapak Kabupaten Pesisir Selatan”.
Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi strategis antara akademisi, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga jajaran pemerintahan kecamatan dan nagari dalam memanfaatkan potensi pangan lokal untuk percepatan penanganan stunting.
Penelitian ini diketuai oleh Dr. Eva Yuniritha, S.ST., M.Biomed., Dietisien, bersama tim peneliti Poltekkes Padang. Bilbahoney merupakan produk inovasi pangan berbasis olahan potensi lokal berupa ikan bilih dan ikan bada yang dimodifikasi dengan madu. Dalam uji efikasi ini, produk olahan tersebut diberikan kepada 80 balita stunting yang tersebar di wilayah kerja Puskesmas Pasar Baru sebanyak 40 anak dan Puskesmas Koto Berapak sebanyak 40 anak.
Ketua Tim Peneliti Poltekkes Padang, Dr. Eva Yuniritha, S.ST., M.Biomed., Dietisien, menjelaskan alasan ilmiah di balik pemilihan ikan bilih dan ikan bada sebagai bahan utama Bilbahoney. Menurutnya, anak stunting umumnya mengalami defisiensi zat gizi mikro, khususnya zat besi (Fe) dan zink (Zn), yang dipicu oleh kurangnya asupan nutrisi esensial pada masa awal pertumbuhan.
"Indonesia kaya akan sumber daya pangan lokal bernilai gizi tinggi. Ikan bilih dan ikan bada memiliki kandungan zink dan zat besi yang sangat baik, bahkan tercatat paling tinggi dibandingkan jenis ikan lainnya," ujar Dr. Eva Yuniritha.
Dr. Eva memaparkan, kandungan protein pada ikan bilih kering mencapai 55,9 gram, zat besi sebesar 34,7 mg per 100 gram, serta zink sebesar 27,8 mg per 100 gram. Sementara itu, setiap 100 gram ikan bada kering mengandung sekitar 33,4 gram protein, vitamin A 150 IU, vitamin B1 0,15 mg, zat besi 4 mg, dan zink sebesar 23,8 mg.
"Intervensi gizi pada anak akan jauh lebih efektif jika dilakukan lebih awal. Melalui suplementasi zat gizi esensial seperti protein, zink, zat besi, dan vitamin A yang terkandung dalam Bilbahoney, kita dapat mendorong 'tumbuh kejar' tinggi badan anak secara optimal, mempercepat pertumbuhan tulang, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga mendukung kecerdasan anak," tambahnya.
Sekda Pessel Zainal Arifin, dalam arahannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada Poltekkes Padang yang telah menjadikan Pesisir Selatan sebagai lokus intervensi riset berbasis potensi pangan daerah.
"Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Poltekkes Padang yang telah memilih Pesisir Selatan sebagai lokus penelitian inovatif ini. Kehadiran seluruh unsur hari ini menunjukkan bahwa penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata, tetapi membutuhkan komitmen dan kolaborasi dari seluruh elemen," ujar Zainal Arifin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....