UNP Bekali Warga Literasi Kosmetik dan Teh Herbal Rimpang

  • 13 Agt 2026 04:41 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Upaya meningkatkan kesehatan sekaligus kemandirian ekonomi masyarakat dilakukan Universitas Negeri Padang (UNP) melalui pemberdayaan warga Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu, Kabupaten Limapuluh Kota. Masyarakat, khususnya ibu-ibu, dibekali dua keterampilan penting, yakni literasi kosmetik aman dan pengolahan rimpang lokal menjadi teh herbal siap seduh.

Pemberdayaan tersebut dilaksanakan melalui Program UNP Mengabdi Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tahun 2026. Kegiatan digagas Program Studi Pendidikan Tata Rias dan Kecantikan, Fakultas Pariwisata dan Perhotelan UNP dengan melibatkan dosen dan mahasiswa serta menggandeng kelompok masyarakat di Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu.

Literasi kosmetik aman menjadi salah satu fokus kegiatan karena penggunaan produk kecantikan di masyarakat perlu diiringi pemahaman mengenai keamanan dan legalitas produk. Melalui edukasi tersebut, masyarakat diarahkan agar lebih cermat memilih kosmetik yang terdaftar di BPOM, memahami informasi pada label, serta menyesuaikan produk dengan jenis kulit.

Materi keamanan kosmetik disampaikan Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya Bagian Informasi dan Komunikasi Balai POM Payakumbuh, Hilda, S.Farm., Apt. Edukasi tersebut diharapkan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai cara memilih kosmetik yang aman sekaligus menghindari produk yang berpotensi membahayakan kesehatan kulit.

Ketua Tim Pengabdian UNP, Dr. Merita Yanita, M.Pd.T mengatakan, aspek kecantikan dan kesehatan perlu dimulai dari penggunaan produk yang aman sekaligus pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat. Menurutnya, potensi rimpang lokal di nagari juga dapat dihilirisasi menjadi produk teh herbal siap seduh yang memiliki nilai kesehatan dan ekonomi.

“Kosmetik yang aman dan produk herbal dari rimpang nagari adalah dua aset penting. Ketika masyarakat paham dan mampu mengolahnya, maka lahirlah keluarga yang sehat dan UMKM yang mandiri,” ujarnya.

Potensi rimpang menjadi perhatian karena Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu memiliki tanaman seperti jahe, kunyit, temulawak, dan lengkuas yang banyak ditanam masyarakat. Selama ini, sebagian rimpang tersebut masih dimanfaatkan sebagai bumbu dapur atau dijual dalam bentuk segar sehingga pengolahannya menjadi teh herbal diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

Melalui program tersebut, masyarakat tidak hanya diperkenalkan dengan manfaat rimpang, tetapi juga dibekali keterampilan mengolahnya menjadi teh herbal siap seduh. Proses yang dirancang mencakup pemilihan bahan, pembersihan, pemotongan, pengeringan, pengolahan, hingga pengemasan secara higienis agar produk memiliki daya tarik dan nilai jual.

Pemberdayaan ibu-ibu masyarakat dinilai menjadi langkah strategis untuk membangun keluarga yang sehat sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Pengembangan produk herbal juga diarahkan menjadi peluang usaha rumah tangga melalui penguatan keterampilan produksi, pengemasan, dan pemasaran sederhana, termasuk pemanfaatan media sosial.

Program yang didukung UNP melalui LPPM tersebut melibatkan tim pengabdian yang terdiri atas Dr. Merita Yanita, M.Pd.T sebagai ketua, dr. Prima Minerva, S.Ked., M.Biomed., Ringga Novelni, M.Farm., Apt., Dr. Tyas Asih Surya Mentari, M.Pd., Dr. Mimi Yupelmi, M.Pd., dan Dr. Siti Hajar Thaitami, M.Pd. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Pokja Nagari Sehat Nagari Sikabu-kabu Tanjung Haro Padang Panjang serta Tim Penggerak, dengan harapan keterampilan yang diberikan dapat terus dikembangkan masyarakat menjadi kegiatan ekonomi produktif berbasis potensi nagari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....