Akademisi Leiden Ungkap Warisan Global Pemikiran Bung Hatta

  • 02 Agt 2026 10:36 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemikiran dan perjuangan Mohammad Hatta tidak hanya menjadi warisan penting bagi Indonesia, tetapi juga memberi inspirasi bagi bangsa-bangsa di dunia Timur yang pernah berada di bawah penjajahan Eropa. Setelah menjalani kehidupan selama 11 tahun di Belanda, Bung Hatta kembali ke tanah air dengan bekal intelektual yang kemudian dipadukan dengan semangat perjuangan bersama Soekarno untuk membebaskan Indonesia dari kolonialisme.

Hal tersebut disampaikan akademisi Leiden University, Dr. Suryadi, M.A., dalam Bung Hatta Memorial Lecture Series yang digelar Universitas Bung Hatta (UBH). Dalam kuliah umum bertajuk “Mohammad Hatta dalam Perspektif Global: Demokrasi, Pendidikan, dan Warisan Intelektualitas Belanda” itu, ia mengajak sivitas akademika melihat sosok Bung Hatta tidak hanya dari perspektif sejarah nasional, tetapi juga dalam konteks pemikiran global.

Menurut Dr. Suryadi, kebesaran Bung Hatta mustahil dirangkum hanya dalam satu sesi kuliah. Namun, momentum tersebut setidaknya dapat membuka perspektif bahwa Indonesia patut berbangga pernah memiliki tokoh dengan kepribadian, pemikiran, dan integritas yang luar biasa. Ia menilai gagasan Bung Hatta bahkan melampaui batas Indonesia dan turut menginspirasi berbagai bangsa yang tengah berjuang melepaskan diri dari kolonialisme.

Rektor UBH, Prof. Dr. Diana Kartika, mengatakan kuliah umum tersebut merupakan bagian dari Bung Hatta Memorial Lecture Series yang menghadirkan tokoh-tokoh penting dari berbagai negara. Program tersebut menjadi bagian dari upaya UBH memperkuat transformasi ilmu pengetahuan sekaligus memperluas jejaring akademik bagi seluruh sivitas akademika.

Menurutnya, sebagai perguruan tinggi yang menyandang nama Bung Hatta, UBH memiliki tanggung jawab moral untuk tidak hanya memperkenalkan sosok sang Proklamator kepada mahasiswa, tetapi juga menginternalisasikan nilai-nilai kebunghattaan dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga budaya akademik di lingkungan kampus.

Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UBH, Dr. Yetty Morelent, menyampaikan kuliah umum tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai kebunghattaan. Pemikiran Bung Hatta, katanya, bukan sekadar warisan sejarah bangsa, melainkan sumber inspirasi dalam membangun pendidikan yang melahirkan generasi kritis, demokratis, dan berintegritas.

Dr. Suryadi berharap peringatan 124 tahun kelahiran Bung Hatta dan momentum menjelang Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia dapat menjadi ruang refleksi untuk mengingat kembali cita-cita para pendiri bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang makmur, sejahtera, demokratis, dan berkeadilan. Ia juga berharap Indonesia terus melahirkan pemimpin yang mampu meneruskan perjuangan dan nilai-nilai yang diwariskan Bung Hatta demi kesejahteraan seluruh rakyat.

Kuliah umum tersebut dilaksanakan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UBH di Aula Balairung Caraka, Gedung B, Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Jumat, 31 Juli 2026. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian UBH menyambut Hari Kelahiran Bung Hatta yang diperingati setiap 12 Agustus, sekaligus mendorong dialog ilmiah, kolaborasi internasional, dan penguatan nilai-nilai kebunghattaan di tingkat global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....