Pasaman Barat Teken Hibah Lahan untuk Sekolah Nasional Terintegrasi

  • 31 Jul 2026 00:28 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menegaskan komitmennya mendukung Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) melalui penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) lahan dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Penandatanganan berlangsung di Hotel Episode, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis, 30 Juli 2026.

NPHD ditandatangani Bupati Pasaman Barat, Yulianto, bersama Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti. Dengan penandatanganan tersebut, Pasaman Barat menjadi salah satu dari 16 kabupaten/kota di Indonesia yang telah menuntaskan persyaratan administrasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi.

Program SNT merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi. Program ini bertujuan menghadirkan pusat pendidikan unggulan dengan fasilitas modern di berbagai daerah.

"Program Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 yang bertujuan menghadirkan pusat pendidikan unggulan di berbagai daerah Indonesia," ujar Bupati Yulianto.

Sebagai bentuk kesiapan, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat telah menyediakan lahan seluas 20 hektare di Muara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh. Lahan yang telah bersertifikat atas nama pemerintah daerah tersebut sebelumnya telah melalui proses asesmen dan verifikasi lapangan oleh tim Kemendikdasmen dan dinyatakan layak sebagai lokasi prioritas pembangunan SNT tahun 2026.

Kawasan pendidikan terpadu itu nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas modern, seperti ruang belajar, asrama, laboratorium, perpustakaan, sarana olahraga, dan fasilitas pendukung lainnya. Pemerintah pusat menargetkan pembangunan SNT di 37 kabupaten/kota pada 2026 dengan anggaran sekitar Rp250 miliar hingga Rp300 miliar per daerah yang bersumber dari APBN.

Bupati Yulianto mengatakan pemerintah daerah masih menyelesaikan dua dokumen administrasi, yakni sertifikat pemecahan lahan dan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), agar seluruh persyaratan dapat dipenuhi sesuai jadwal. “Ini peluang besar bagi Pasaman Barat. Kami siap menyelesaikan seluruh persyaratan yang masih diperlukan. Kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas sekaligus melahirkan generasi yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia menambahkan pembangunan SNT tidak hanya menjadi investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. "Kita ingin anak-anak Pasbar mendapat akses pendidikan unggul tanpa harus keluar daerah. SNT akan menjadi pusat pendidikan modern yang tetap berakar pada budaya lokal. Selain itu, pembangunannya akan membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan aktivitas sektor jasa dan perdagangan di kawasan Muara Kiawai," tegas Bupati Yulianto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....