Merajut Asa dari Kampus Ranah Minang demi Menjawab Persoalan Masyarakat

  • 31 Jul 2026 17:18 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Di balik sunyinya laboratorium kampus, ide-ide besar sesungguhnya sedang berdenyut, menunggu waktu untuk pulang dan memeluk tanah kelahirannya. Pada Kamis, 30 Juli 2026 suasana hangat tersaji di Istana Gubernuran. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, duduk bersama jajaran civitas akademika FMIPA Universitas Andalas, merajut sebuah asa baru, menghadirkan sains langsung ke pelukan masyarakat.

Selama ini, riset kerap terjebak dalam tumpukan jurnal ilmiah yang hanya dibaca segelintir orang. Namun, tekad kuat malam itu mengubah segalanya. Gubernur Mahyeldi menegaskan riset tidak boleh berhenti di atas kertas. Inovasi harus turun tangan, mencangkul tanah, dan memberi solusi nyata bagi rakyat.

"Kami ingin hasil-hasil penelitian perguruan tinggi tidak hanya menjadi publikasi ilmiah, tetapi benar-benar diterapkan untuk menjawab persoalan masyarakat," tegas Mahyeldi penuh keyakinan.

Kolaborasi strategis ini bukan sekadar seremoni, melainkan ikhtiar menghadirkan solusi konkret atas dua persoalan klasik di Sumatra Barat: gunungan sampah organik dan kebutuhan petani akan kesuburan tanah.

Ketika pemerintah daerah membuka pintu seluas-luasnya bagi dunia akademis, lahirlah sebuah harmoni yang indah. Kebijakan publik yang berlandaskan sains (evidence-based policy) diyakini tidak hanya menyelesaikan masalah secara efektif, tetapi juga mendongkrak daya saing Sumatra Barat ke tingkat yang lebih tinggi.

Sinergi antara Pemprov Sumbar dan FMIPA Unand mengirimkan pesan kuat: pembangunan daerah paling kokoh adalah pembangunan yang dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan, dengan satu tujuan mulia yakni menjadikan kehidupan masyarakatnya menjadi lebih mudah, hijau, dan sejahtera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....