Dosen Bung Hatta Kenalkan Maggot sebagai Pakan Alternatif Ikan

  • 30 Jul 2026 14:19 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Lima Puluh Kota – Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Ir. Yusra, M.Si., menjadi narasumber pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembesaran Ikan Nila dan Ikan Gurami di Aula Kantor Camat Suliki, Kabupaten Lima Puluh Kota, Rabu, 29 Juli 2026. Pada kegiatan tersebut, Prof. Yusra menyampaikan materi mengenai pemanfaatan maggot sebagai pakan alternatif bagi ikan budidaya.

Prof. Yusra menjelaskan, maggot Black Soldier Fly (BSF) merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang berpotensi menggantikan sebagian pakan komersial untuk budidaya ikan nila dan gurami. Selain memiliki kandungan nutrisi yang lengkap, maggot juga dapat diproduksi secara mandiri dengan memanfaatkan limbah organik sehingga mampu menekan biaya produksi.

"Maggot merupakan inovasi pakan yang murah, mudah diproduksi, dan kaya protein. Dengan memanfaatkan limbah organik sebagai media budidayanya, pembudidaya tidak hanya dapat mengurangi biaya pakan, tetapi juga ikut berkontribusi dalam mengurangi volume sampah organik. Hal ini akan meningkatkan efisiensi usaha budidaya ikan," ujar Prof. Yusra.

Dalam pemaparannya, ia juga menjelaskan teknik budidaya maggot, proses pemeliharaan, kandungan nutrisi, hingga cara pemberian pakan yang tepat agar mampu mendukung pertumbuhan ikan secara optimal. Menurutnya, penerapan teknologi tersebut harus mengikuti standar budidaya yang baik agar kualitas pakan tetap terjaga dan aman digunakan.

"Penerapan teknologi ini harus dilakukan sesuai standar budidaya yang baik sehingga kualitas pakan tetap terjaga dan aman digunakan dalam usaha pembesaran ikan nila maupun gurami. Pemanfaatan maggot menjadi solusi yang tidak hanya menguntungkan dari sisi ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan," katanya.

Prof. Yusra menambahkan, kegiatan bimbingan teknis ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Lima Puluh Kota sekaligus mendukung program prioritas pemerintah daerah The Central of Agro. Peningkatan kapasitas pembudidaya ikan diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat serta meningkatkan produktivitas sektor perikanan budidaya.

Bimbingan teknis tersebut diikuti para pembudidaya ikan, kelompok perikanan, penyuluh, dan berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Lima Puluh Kota. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan limbah organik menjadi maggot yang bernilai ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....