Tim PKM PGSD FIP UNP Dorong Transformasi Digital Pembelajaran melalui Pelatihan
- 24 Jul 2026 03:43 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar di era digital terus menjadi perhatian Universitas Negeri Padang (UNP). Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Skema Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN) Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan Departemen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), UNP. Program ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan kapasitas guru agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik abad ke-21.
Kegiatan yang mengangkat tema "Akselerasi Transformasi Digital Sekolah Dasar melalui Program Penguatan Kapasitas Guru dalam Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality di Kota Padang" dilaksanakan selama dua hari pada 21–22 Juli 2026, di SDN 20 Piai, Jalan Piai, Kelurahan Tanah Sirah Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang. Kegiatan diikuti 31 peserta yang terdiri atas kepala sekolah dan guru dari Gugus I Kecamatan Lubuk Begalung.
Pelaksanaan kegiatan dipimpin oleh Dr. Salmaini S, sebagai Ketua Tim PKM dengan mitra pengabdian Kepala SDN 20 Piai, Nurbani Agus. Dalam pelaksanaannya, kegiatan melibatkan tim dosen yang terdiri atas Zuryanty, M.Pd, Aissy Putri Zulkarnaini, M.Pd, Dr. Sherlyane Hendri, Afriza Media, M.Pd, Hasmai Bungsu Ladiva, M.Pd, dan Riska Hanifa Nasution, M.Pd. Selain itu, mahasiswa Annisa Raudhatul Aulia, Annisa Sulistia, Nadya Martasya, Putri Nabila, dan Rifky Adha turut berpartisipasi sebagai pendamping selama proses pelatihan dan workshop berlangsung.
Ketua Tim PKM, Dr. Salmaini, menyampaikan bahwa selama pelaksanaan kegiatan, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, tetapi juga pengalaman langsung dalam merancang, membuat, dan mengimplementasikan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR). Sebab transformasi digital bukan hanya berkaitan dengan penyediaan perangkat teknologi, melainkan juga kesiapan sumber daya manusia dalam memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal. Oleh karena itu, guru perlu terus diberikan kesempatan mengikuti pelatihan yang mampu meningkatkan kemampuan mereka dalam mengembangkan media pembelajaran yang inovatif.
| Baca juga: Guru TIK di Padang Diajarkan Membuat Animasi |
"Transformasi digital di sekolah tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan guru dalam memanfaatkannya. Melalui kegiatan ini, kami berharap guru mampu mengembangkan media pembelajaran berbasis AR secara mandiri sehingga proses pembelajaran menjadi lebih inovatif, interaktif, dan mampu meningkatkan kualitas belajar peserta didik," ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan seminar bertema Growth Mindset Guru Abad ke-21 yang disampaikan oleh tim dosen PKM. Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya memiliki pola pikir berkembang (growth mindset) sebagai modal utama dalam menghadapi perubahan yang terjadi di dunia pendidikan. Guru didorong terus belajar, berinovasi, dan terbuka terhadap berbagai perkembangan teknologi agar mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna kepada peserta didik.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pengenalan AR dalam pembelajaran sekolah dasar yang disampaikan oleh Izzan Muhammad Furkan, M.Pd. Pada sesi ini peserta diperkenalkan dengan konsep dasar teknologi AR, prinsip kerja, karakteristik, serta berbagai manfaat yang dapat diperoleh apabila teknologi tersebut diterapkan dalam proses pembelajaran.
“AR merupakan teknologi yang mampu menggabungkan objek virtual tiga dimensi ke dalam lingkungan nyata secara langsung melalui perangkat digital seperti telepon pintar atau tablet. Kehadiran teknologi ini memungkinkan peserta didik melihat objek pembelajaran secara lebih nyata, interaktif, dan menarik sehingga mampu meningkatkan perhatian serta motivasi belajar,” ucap Izzan.
Peserta juga diperlihatkan berbagai contoh implementasi media pembelajaran berbasis AR pada mata pelajaran di sekolah dasar, seperti pengenalan organ tubuh manusia, sistem tata surya, bangun ruang, hewan, tumbuhan, hingga berbagai fenomena alam. Melalui demonstrasi tersebut, guru memperoleh gambaran mengenai bagaimana media berbasis AR dapat membantu menjelaskan konsep-konsep abstrak yang selama ini sulit dipahami apabila hanya disampaikan melalui teks atau gambar dua dimensi.

Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada workshop pengembangan media pembelajaran berbasis AR. Workshop dipandu langsung oleh Izzan Muhammad Furkan, M.Pd. dengan didampingi seluruh dosen dan mahasiswa anggota tim PKM. Pada workshop ini peserta diajak terlibat aktif dalam menghasilkan media pembelajaran berbasis AR sesuai dengan materi yang diajarkan di sekolah masing-masing.
“Pendampingan dilakukan secara bertahap dimulai dari proses identifikasi materi pembelajaran yang sesuai untuk dikembangkan menggunakan teknologi AR. Selanjutnya peserta belajar mendesain media, membuat marker, menyusun objek digital tiga dimensi, menghubungkan objek dengan aplikasi Augmented Reality, hingga melakukan uji coba terhadap media yang telah dikembangkan,” tuturnya.
Sepanjang pelaksanaan workshop, para guru aktif berdiskusi, bertanya, serta saling berbagi pengalaman mengenai penerapan teknologi digital dalam pembelajaran di sekolah masing-masing. Pada akhir workshop, seluruh peserta berhasil menghasilkan media pembelajaran berbasis AR yang telah melalui tahap uji coba.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNP. Dukungan pendanaan tersebut menjadi bentuk komitmen universitas dalam mendorong dosen untuk terus berkontribusi kepada masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

Melalui penyelenggaraan program PKM PIPN 2026 ini, Departemen PGSD FIP UNP berharap sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus terjalin secara berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21. Selain memberikan manfaat langsung bagi guru, kegiatan ini juga menjadi bagian kontribusi UNP dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sekolah dalam membangun pendidikan Indonesia yang lebih berkualitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....