Unand Buka Jalur SIMA Khusus Penyandang Disabilitas Berprestasi

  • 24 Jul 2026 00:01 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Universitas Andalas (Unand) kembali membuka jalur Seleksi Masuk Mandiri (SIMA) Disabilitas sebagai bentuk komitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif. Seleksi berupa tes tertulis dan wawancara tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Bidang I Kampus Unand Limau Manis, Padang, Senin, 20 Juli 2026.

Jalur khusus bagi calon mahasiswa penyandang disabilitas ini kembali dibuka setelah sempat dihentikan pada 2025 untuk keperluan evaluasi sistem penerimaan. Kebijakan tersebut merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang menjamin kesetaraan akses pendidikan tinggi bagi seluruh warga negara.

Ketua Unit Layanan Disabilitas dan Konseling (ULDK) Unand, Rika Handayani mengatakan seleksi tahun ini diikuti calon mahasiswa yang memilih beberala program studi, di antaranya Ilmu Sejarah, Ilmu Hukum, Ilmu Biologi, dan Sastra Minangkabau. Menurutnya, tes tertulis dan wawancara disusun untuk mengukur kemampuan akademik sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pendampingan masing-masing peserta.

"Tim penguji dalam proses seleksi juga didampingi tenaga medis dari Fakultas Kedokteran serta Psikolog Pendidikan Unand, Dr. Rozi Sastra Purna, M.Psi., Psikolog, agar pelaksanaan seleksi berlangsung optimal dan sesuai kebutuhan peserta," ucapnya.

Selain mengikuti tahapan seleksi kata Rika, para peserta seperti penyandang low vision, tuna daksa, dan tuna rungu juga didampingi dalam proses asesmen. Panitia turut mewawancarai orang tua atau pendamping guna menyusun sistem dukungan yang akan diberikan kepada mahasiswa selama menjalani perkuliahan.

Sementara itu, Direktur Pendidikan dan Pembelajaran Unand, Dr. Mahdhivan Syafwan menjelaskan penutupan jalur SIMA Disabilitas pada tahun lalu dilakukan sebagai bagian dari evaluasi terhadap mekanisme penerimaan mahasiswa baru. Hasil evaluasi tersebut melahirkan sistem yang lebih adaptif dengan pendampingan penuh dari ULDK sehingga prinsip pendidikan inklusif dapat diterapkan secara nyata.

"Melalui penyempurnaan mekanisme SIMA Disabilitas, Unand berharap semakin banyak penyandang disabilitas memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi tanpa hambatan. Upaya ini sekaligus menjadi langkah universitas dalam menciptakan lingkungan akademik yang setara, ramah, dan inklusif bagi seluruh mahasiswa," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....