Plastik dari Singkong, Solusi Lokal yang Bisa Larut di Air
- 12 Jun 2026 18:07 WIB
- Padang
RI.CO.ID, Padang – Meski sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, plastik konvensional berbahan dasar minyak bumi berbahaya bagi lingkungan karena sulit terurai. Kini, hadir alternatif yang lebih ramah lingkungan, yakni bioplastik berbahan pati singkong.
Proses pembuatan bioplastik ini berawal dari ekstraksi pati singkong. Pati kemudian dicampur dengan air dan pelunak alami, lalu dipanaskan. Proses pemanasan tersebut memutus rantai molekul alami singkong yang kaku dan menyusunnya kembali menjadi rantai polimer yang lebih elastis. Hasil akhirnya berupa lembaran film yang sangat mirip dengan plastik polietilen.
Secara fisik, plastik singkong tampak seperti plastik biasa, lentur, dan dapat digunakan untuk membawa barang belanjaan. Jika dibuang ke tanah atau tumpukan kompos, bakteri akan menganggap material ini sebagai sumber makanan dan menguraikannya dalam hitungan bulan hingga tahun, tergantung kondisi lingkungan.
Karena terbuat dari bahan organik nabati, bioplastik ini relatif aman bagi ekosistem apabila tidak sengaja terbawa ke laut dan tertelan oleh hewan air. Namun, plastik singkong juga memiliki kelemahan. Karena berbahan dasar pati, material ini sangat sensitif terhadap air.
Akibatnya, plastik singkong belum ideal untuk membawa barang belanjaan yang basah atau digunakan saat hujan lebat. Dalam kondisi tersebut, plastik cenderung mudah melar, melempem, dan robek.
Meski masih memiliki sejumlah tantangan dari sisi fungsi dan ketahanan, kehadiran plastik singkong di Indonesia menjadi alternatif yang menjanjikan untuk mengurangi ketergantungan pada plastik berbahan minyak bumi sekaligus membantu menekan pencemaran lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....