Nokia dan Indosat Bangun Jaringan 5G Terintegrasi AI, dalam 3,5 Tahun Kedepan

  • 10 Jun 2026 14:23 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Nokia dan Indosat Ooredoo Hutchison sepakat membangun jaringan 5G terintegrasi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) yang akan menjangkau sekitar 80 persen jaringan dalam 3,5 tahun ke depan. Kolaborasi ini turut melibatkan NVIDIA untuk mengembangkan arsitektur AI-RAN yang menggabungkan konektivitas dan kecerdasan dalam satu infrastruktur.

Kesepakatan ini diumumkan pada Selasa, 10 Juni 2026, dari Espoo, Finlandia. Nokia akan bertindak sebagai mitra teknologi utama dengan menerapkan perangkat radio generasi terbaru serta platform manajemen jaringan berbasis kecerdasan artifisial di seluruh Indonesia.

Ketiga perusahaan menargetkan uji coba lapangan AI-RAN di Indonesia pada akhir 2026. Langkah ini melanjutkan pencapaian panggilan AI-RAN pertama yang berhasil diselesaikan pada ajang Mobile World Congress 2026 beberapa waktu lalu.

Presiden Direktur dan CEO Indosat, Vikram Sinha, mengatakan kolaborasi ini membangun fondasi jaringan terintegrasi AI untuk meningkatkan kualitas konektivitas. Ia menegaskan kemitraan ini memperkuat kesiapan Indosat melahirkan inovasi digital berikutnya bagi masyarakat Indonesia.

"Bersama Nokia dan NVIDIA, kami membangun fondasi jaringan terintegrasi AI yang akan meningkatkan kualitas konektivitas serta menghadirkan pengalaman digital yang lebih lancar bagi setiap pelanggan. Kolaborasi ini menegaskan komitmen kami untuk memberdayakan Indonesia melalui transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Vikram.

Sementara itu, Presiden dan CEO Nokia Justin Hotard menilai babak berikutnya evolusi jaringan ditentukan oleh kemampuan operator memadukan konektivitas, kecerdasan, dan skala operasi. “Kemitraan ini mencerminkan pergeseran yang lebih luas di industri telekomunikasi global,” ujarnya.

Lebih lanjut SVP Telecoms NVIDIA, Ronnie Vasishta mengatakan jaringan 5G kini berkembang menjadi platform kecerdasan yang sesungguhnya. Menurutnya, arsitektur AI-RAN memungkinkan AI dan konektivitas berjalan berdampingan untuk mendukung transformasi digital dalam skala besar.

“Indosat dan Nokia menunjukkan bagaimana jaringan 5G dapat berkembang menjadi platform kecerdasan. Dengan mengembangkan AI-RAN secara bersama dan melangkah menuju uji coba lapangan di Indonesia serta mendukung transformasi digital dalam skala besar,” ujar Ronnie.

Dalam kerangka teknis, Nokia akan menerapkan perangkat radio Habrok dan Pandion, baseband Levante, serta Centralized RAN di seluruh jaringan Indosat. Teknologi hemat energi dan otomatisasi berbasis AI juga menjadi bagian dari paket modernisasi ini untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Indosat juga terus mengembangkan AI Grid melalui penggabungan AI factories terpusat dan infrastruktur AI-RAN yang tersebar. Model ini telah mendorong penerapan nyata kecerdasan artifisial di sektor layanan publik, kesehatan, pendidikan, dan pertanian di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....