Mahasiswa PAI UNP Teliti Manuskrip Islam Kuno di Limapuluh Kota
- 02 Jun 2026 14:02 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Sebanyak 120 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (UNP) mengikuti kuliah lapangan Filologi Islam di Pusat Turats Ulama Minangkabau, Surau Istiqamah, Kabupaten Limapuluh Kota. Kegiatan itu menjadi bagian dari praktik lapangan mata kuliah Filologi Islam. Para mahasiswa diberi kesempatan untuk mempelajari secara langsung berbagai naskah Islam klasik yang tersimpan di pusat manuskrip tersebut.
Salah seorang mahasiswa yang terlibat dalam kuliah lapangan tersebut , Ivan Sentosa, pada Selasa 2 Juni 2026 menilai penelitian manuskrip kuno membutuhkan waktu yang lebih panjang agar menghasilkan kajian yang lebih mendalam. "Meneliti teks kuno tidak cukup satu hari. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengetahui karya-karya ulama terdahulu," ujarnya.
Sementara itu, mahasiswa lainnya, Farel, mengaku mendapatkan pengalaman berharga melalui praktik Filologi Islam tersebut. Menurutnya, kegiatan itu membuka wawasan mahasiswa mengenai pentingnya pelestarian manuskrip sebagai warisan ilmu pengetahuan dan budaya Islam. "Melalui praktik ini kami belajar tentang proses identifikasi, pembacaan hingga analisis naskah kuno. Selain menambah ilmu, kegiatan ini juga melatih ketelitian, kesabaran dan kerja sama antar mahasiswa," katanya.
Selain meneliti manuskrip, para mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai sejarah surau sebagai pusat pendidikan Islam di Minangkabau pada masa lalu. Surau tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat studi agama, penyalinan naskah, serta ruang diskusi intelektual masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, UNP berharap mahasiswa mampu memahami pentingnya menjaga dan melestarikan manuskrip kuno sebagai sumber sejarah serta khazanah keilmuan Islam di Indonesia. Sebagai hasil dari kuliah lapangan tersebut, mahasiswa akan menyusun katalog manuskrip yang nantinya disimpan di Laboratorium Pengkajian Islam dan Inovasi PAI Departemen Ilmu Agama Islam UNP sebagai dokumentasi akademik dan bahan penelitian lanjutan.
Kegiatan tersebut berfokus pada kajian kodikologi atau studi tentang manuskrip kuno Islam. Kuliah lapangan dipandu oleh dosen pengampu mata kuliah Filologi Islam, Muhammad Yusuf, S.Hum., M.A., dan Dr. Halomoan, M.Pd., bekerja sama dengan filolog Minangkabau, Buya Apria Putra, M.Hum. Kegiatan tersebut berlangsung pada 16–17 Mei 2026. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk meneliti berbagai aspek kodikologi manuskrip yang telah dipilih. Pada hari pertama kegiatan diikuti 55 mahasiswa, sedangkan hari kedua diikuti 65 mahasiswa dari empat seksi kelas.
Setiap kelompok melakukan analisis terhadap kondisi fisik naskah, jenis tulisan, struktur teks, hingga sejarah penyalinan manuskrip. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami lebih dalam tradisi intelektual Islam di Minangkabau sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian manuskrip kuno sebagai warisan keilmuan.
Buya Apria Putra dalam pengantar kuliah lapangan menegaskan bahwa filologi memiliki peran penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan. "Pengetahuan diwariskan melalui tulisan sehingga memahami dan mengkaji tulisan menjadi hal yang sangat penting bagi setiap pelajar," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Ia juga menjelaskan bahwa teks keislaman terbagi menjadi dua jenis, yakni matbu'ah atau teks yang telah dicetak dan makhtutah atau naskah tulisan tangan yang dipelajari melalui ilmu filologi atau Tahqiq al-Nusus.
Buya Apria Putra dikenal sebagai filolog yang aktif mengumpulkan manuskrip kuno dari berbagai surau di Sumatera Barat. Hingga kini, ia telah menghimpun lebih dari 350 manuskrip yang terdiri dari naskah tulisan tangan, cap, ilustrasi, dan berbagai dokumen keagamaan lainnya. Seluruh koleksi tersebut tersimpan di perpustakaan manuskrip Kurupkhanah Al-Asyirah An-Naqsyabandiyah. Filolog kelahiran Mungo, Limapuluh Kota, 1 April 1989 itu juga dikenal melalui blog "Surau Tuo" yang secara konsisten mempublikasikan biografi para ulama Minangkabau yang mulai terlupakan oleh generasi muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....