Menelusuri Jejak Sunyi Granadilla, Kota Benteng Islam di Spanyol

  • 25 Mei 2026 19:44 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Granadilla merupakan sebuah kota kuno berbenteng megah yang dibangun oleh umat Islam pada abad ke sembilan masehi. Berada di wilayah Extremadura kota ini dahulu berfungsi sebagai pangkalan militer strategis bagi pertahanan daulat Islam Spanyol.

Dikutip dari Livescience, tata ruang pemukiman ini dirancang radial dengan pusat aktivitas masyarakat yang bertumpu pada alun-alun utama. Keberadaan dinding pertahanan yang melingkar kokoh di sekeliling pemukiman mencerminkan kehebatan arsitektur militer pada zaman kejayaan tersebut.

Memasuki abad kedua belas wilayah ini jatuh ke tangan kerajaan Kristen setelah melalui rentetan pertempuran Reconquista yang panjang. Nama kota ini kemudian diubah menjadi Granadilla agar tidak membingungkan dengan kota Granada yang berada di bagian selatan.

Meskipun penguasa telah berganti sisa kejayaan peradaban Islam masih sangat jelas terlihat pada struktur arsitektur bangunan benteng. Keindahan menara pengawas dan tembok kuno tersebut menjadi saksi bisu keharmonisan budaya yang pernah tumbuh di sana.

Petaka besar bagi warga terjadi pada tahun seribu sembilan ratus lima puluh lima di bawah rezim pemerintahan diktator. Pemerintah secara sepihak menyita seluruh lahan untuk proyek pembangunan waduk raksasa Gabriel y Galan di dekat kota.

Masyarakat dipaksa angkat kaki dari tanah kelahiran mereka karena kawasan pemukiman tersebut dinyatakan sebagai zona rawan banjir. Ironisnya air waduk ternyata tidak pernah menenggelamkan kota melainkan hanya mengisolasi akses jalan menuju ke tempat ini.

Kini kota tak berpenghuni tersebut telah ditetapkan menjadi situs sejarah penting yang dilindungi oleh pemerintah negara Spanyol. Keheningan yang menyelimuti setiap sudut jalanan tua seolah terus menyuarakan kisah pilu pengusiran paksa ribuan warga lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....