Guru BK Bukan Menghakimi dan Menghukum
- 20 Mei 2026 15:22 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Masa remaja merupakan fase yang rentan terhadap berbagai perilaku menyimpang akibat gejolak emosi, pencarian jati diri serta belum matangnya fungsi otak dalam mengendalikan pengambilan keputusan. Kondisi tersebut membuat sebagian remaja mudah terpengaruh oleh lingkungan pergaulan yang negatif.
Tidak sedikit remaja yang terjebak dalam pergaulan bebas dan mengalami kesulitan untuk keluar dari lingkungan tersebut. Karena itu, berbagai upaya pencegahan terus dilakukan pemerintah maupun tenaga pendidik guna melindungi generasi muda dari dampak kenakalan remaja.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui penyuluhan mengenai bahaya narkoba, bullying, rokok, serta perilaku negatif lainnya. Selain itu, sekolah juga memberikan edukasi melalui layanan guru Bimbingan dan Konseling (BK).
Namun hingga kini, masih banyak siswa yang memiliki persepsi keliru terhadap guru BK di sekolah. Guru BK kerap dianggap hanya menangani siswa yang bermasalah dan identik dengan pemberian hukuman.
Pandangan tersebut berusaha diubah oleh Rita Novita, S.Pd., M.Pd melalui perannya sebagai guru BK di SMAN 6 Padang. Dalam program Spada The Explorer di RRI Pro 2 Padang, ia menjelaskan bahwa guru BK tidak hanya berfungsi sebagai pembimbing, tetapi juga menjadi pelayan, pendamping, sekaligus teman bagi para siswa.
Selain menjalankan tugas sebagai guru BK, Rita juga aktif sebagai penggiat P4GN atau Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba di lingkungan sekolah. Menurutnya, peran guru BK sangat penting sebagai garda terdepan dalam mencegah remaja terjerumus ke dalam kenakalan remaja maupun penyalahgunaan narkoba.
Rita menjelaskan bahwa upaya pencegahan dilakukan melalui layanan konseling individu maupun kelompok. Selain itu, pihak sekolah juga rutin mengadakan edukasi tahunan dengan berbagai tema yang membahas bahaya narkoba dan persoalan kenakalan remaja lainnya.
Ia juga menghadirkan solusi bagi siswa yang belum berani bercerita langsung kepada guru atau orang tua melalui program tutor sebaya. Program tersebut memungkinkan siswa berbagi cerita dengan teman yang dianggap lebih dekat dan nyaman untuk diajak berdiskusi.
Siswa yang tergabung dalam tutor sebaya telah mendapatkan pelatihan khusus serta komitmen untuk menjaga kerahasiaan informasi dari teman-temannya. Mereka berperan sebagai penghubung antara siswa dan guru BK agar permasalahan yang dihadapi dapat ditangani lebih cepat.
Berbagai langkah tersebut menunjukkan bahwa dunia pendidikan memiliki peran penting dalam mencegah siswa terlibat dalam perilaku menyimpang, termasuk penyalahgunaan narkoba. Selain dukungan dari guru BK, keterlibatan orang tua juga menjadi faktor utama dalam membangun lingkungan yang aman dan sehat bagi remaja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....