Penggunaan Gadget dan AI Berlebih Turunkan Kemampuan Berpikir Siswa
- 09 Apr 2026 11:57 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Penggunaan gadget dan kecerdasan artifisial atau AI secara berlebihan dinilai dapat menurunkan kemampuan berpikir siswa dalam proses belajar. Kondisi ini menjadi perhatian di tengah semakin masifnya pemanfaatan teknologi di dunia pendidikan.
Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Padang, Febri Wandha Putra, mengatakan ketergantungan terhadap gadget dan AI dapat membuat siswa kurang aktif dalam berpikir kritis. Jika tidak dikontrol, siswa cenderung instan dalam mencari jawaban tanpa melalui proses berpikir yang mendalam.
“Penggunaan AI dalam pembelajaran seharusnya menjadi alat bantu, bukan pengganti proses belajar. Oleh karena itu, peran orang tua dan guru sangat penting dalam mengarahkan anak agar tetap melalui proses belajar yang benar,” kata Febri Wandha Putra, Kamis, 9 April 2026.
Menurutnya, orang tua perlu menetapkan batasan penggunaan gadget di rumah. Pengawasan dan pendampingan dibutuhkan agar anak tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi dalam menyelesaikan tugas.
Sementara itu, psikolog Dr. Farah Aulia menilai penggunaan gadget yang tidak terkontrol berdampak pada perkembangan kognitif anak. Anak bisa mengalami penurunan daya konsentrasi dan kurang terlatih dalam berpikir mandiri.
“Orang tua perlu membangun komunikasi yang baik dengan anak terkait penggunaan teknologi. Pendekatan yang tepat dapat membantu anak memahami batasan serta menggunakan gadget dan AI secara bijak,” ujarnya.
Dr. Farah Aulia menambahkan, sinergi antara orang tua, guru, dan lingkungan menjadi kunci dalam mengontrol penggunaan teknologi. Upaya ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pemanfaatan gadget dan AI dengan pengembangan kemampuan berpikir siswa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....