Piringan Hitam yang Masih Digemari hingga Kini

  • 06 Apr 2026 19:01 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Apakah kamu pernah melihat sebuah piringan hitam yang besar dan dibungkus dengan sebuah cover. Pada cover tersebut diberikan karya seni visual yang memiliki nilai konseptual dari musisi.

Vinyl record sebutan lain dari piringan hitam menjadi awal cara mendengarkan musik dari musisi pilihan kamu di rumah. Walaupun kamu hanya dapat mendengarkan satu album penuh secara berurutan.

Berbeda jika di era sekarang, kamu dengan mudah mengubah-ubah playlist kamu. Selain itu perangkat yang digunakan untuk mendengar musik bervariasi.

Vinyl record sendiri dikembangkan oleh Peter Carl Goldmark pada tahun 1948. Kehadirannya mengubah Pringan hitam yang awalnya dibuat dengan shellac dan berganti dengan bahan vinyl.

Shellac terbuat dari serangga lac yang menghasilkan sekresi getah lengket. Sedangkan vinyl berjenis material plastik sintetis atau polyvinyl chloride.

Saat piringan hitam masih terbuat dari shellac formatnya hanya mampu menampung sekitar tiga hingga lima menit musik per sesi. Selain itu kecepatannya tujuh puluh delapan rpm atau putaran per menit.

Sedangkan vinyl record pertama kali hadir dengan format standarnya yaitu kecepatan 33 1/3 rpm. Pada penggunaan bahan vinyl ini, piringan hitam putarannya yaitu 12 inci hingga 21 menit di setiap sisinya.

Setelah itu penggunaan piringan hitam memiliki pengaturan standar untuk kecepatannya. Piringan hitam 33 1/3 rpm dikenal dengan long play, sedangkan ada juga 45 rpm untuk extended play.

pada tahun 1947 hadir sebuah perangkat sony Walkman yang mengubah cara mendengarkan musik yang lebih simple. Hanya dengan kaset, dan baterai kamu dapat mendengarkan musik di mana saja.

Setelah Walkman masih banyan perangkat lainnya yang muncul seperti pemutar cd portable, ipod, dan layanan streaming. Hal tersebut hampir membuat era piringan hitam menghilang.

Namun bersumber dari victrola di tahun 2008 untuk pertama kalinya sejak 1984 penjualan vinyl meningkat sebesar delapan puluh Sembilan persen. Penjualan vinyl terus meningkat dari tahun ke tahun.

Tidak ada alasan yang jelas mengapa priringan hitam yang hampir hilang kini kembali digemari. Namun, hingga saat ini menunjukkan masih banyak orang yang ingin mendengarkan sebuah lagu dengan nuansa klasik dan suara yang lebih dalam serta hangat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....