Deretan Jenis dan Nama Kapal Penumpang PELNI yang Melayani Transportasi Laut
- 01 Apr 2026 17:10 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Indonesia resmi mendirikan PT Pelayaran Nasional Indonesia pada tanggal 28 April 1952 untuk melayani kebutuhan transportasi antarpulau. Pendirian perusahaan ini bertujuan untuk menggantikan peran maskapai Belanda KPM yang sebelumnya mendominasi seluruh jalur pelayaran di nusantara.
Kapal pertama yang dimiliki oleh Pelni adalah SS Sanana yang merupakan hasil nasionalisasi aset dari perusahaan pelayaran Belanda. Armada awal perusahaan terdiri dari kapal-kapal kecil berukuran terbatas yang digunakan untuk menghubungkan pelabuhan-pelabuhan kecil di wilayah terpencil.
Pelni mulai memesan kapal penumpang modern dari galangan kapal Meyer Werft di Jerman sejak dekade tahun 1980-an silam. Kapal-kapal buatan Jerman ini memiliki desain yang sangat tangguh serta mampu mengangkut ribuan penumpang dalam satu kali perjalanan.
Berikut adalah daftar 26 kapal penumpang milik PELNI yang dikategorikan berdasarkan kapasitas dan spesifikasinya:
1. Kapal Tipe 3.000 Pax (Kapasitas Terbesar)
Unit ini merupakan kapal dengan kapasitas angkut terbesar dalam ekosistem PELNI, sering kali melayani rute lintas samudera yang sangat padat.
- KM Labobar: Kapal terbesar di armada PELNI, mampu menampung sekitar 3.084 penumpang.
2. Kapal Tipe 2.000 Pax
Kelompok ini merupakan tulang punggung transportasi antarpulau besar di Indonesia, menghubungkan pelabuhan-pelabuhan utama dari Barat hingga Timur. Kapal-kapal PELNI yang masuk dalam kategori tipe ini diantaranya :
- KM Kelud: Fokus pada rute Jakarta – Batam – Medan (Belawan).
- KM Tidar: Melayani rute di wilayah tengah dan timur Indonesia.
- KM Umsini: Menghubungkan Kijang (Kepri) hingga ke wilayah Nusa Tenggara.
- KM Bukit Siguntang: Menghubungkan wilayah Kalimantan Timur dengan Sulawesi dan NTT.
- KM Dobonsolo: Kapal "3-in-1" yang dapat mengangkut penumpang, barang, dan kendaraan.
- KM Ciremai: Juga merupakan kapal bertipe "3-in-1" untuk rute Jakarta hingga Papua.
- KM Lambelu: Melayani rute sibuk di sekitar perairan Sulawesi dan Kalimantan.
- KM Sinabung: Dikenal dengan fasilitas kabin yang lebih banyak dibandingkan kapal tipe 2.000 lainnya.
- KM Gunung Dempo: Salah satu kapal tercepat di kelasnya yang melayani rute Jakarta – Jayapura.
- KM Nggapulu: Kapal cepat yang melayani rute Jakarta hingga ke Kepulauan Kei dan Ambon.
- KM Dorolonda: Melayani rute trans-nasional dari Jakarta menuju Bitung.
3. Kapal Tipe 1.000 Pax
Kapal-kapal ini memiliki dimensi yang lebih fleksibel, memungkinkan mereka untuk bersandar di pelabuhan yang lebih kecil namun tetap membawa muatan dalam jumlah signifikan. Deretan kapal PELNI yang masuk dalam kategori tipe ini diantaranya :
- KM Lawit: Menghubungkan Jawa, Kalimantan, dan Kepulauan Riau.
- KM Kelimutu: Fokus melayani rute di sekitar Jawa Tengah, Kalimantan, dan Jawa Timur.
- KM Tatamailau: Melayani rute di Maluku dan Papua bagian selatan.
- KM Sirimau: Memiliki rute pelayaran terjauh yang menghubungkan Papua hingga Nusa Tenggara.
- KM Awu: Melayani jalur di wilayah Nusa Tenggara dan Kalimantan.
- KM Binaiya: Fokus pada rute di sekitar Bali, NTB, dan NTT.
- KM Bukit Raya: Menghubungkan Jakarta dengan wilayah Kepulauan Natuna.
- KM Leuser: Melayani rute panjang dari Surabaya hingga ke Merauke.
- KM Tilongkabila: Menghubungkan Bali dengan wilayah Sulawesi Utara (Bitung).
4. Kapal Tipe 500 Pax, Ro-Ro, dan Ferry Cepat
Kategori ini mencakup kapal-kapal yang melayani rute regional atau khusus (seperti pengangkutan kendaraan). Kapal-kapal PELNI yang termasuk dalam kategori ini diantaranya :
- KM Sangiang: Melayani rute di Kepulauan Maluku dan Sulawesi Utara.
- KM Pangrango: Fokus pada pelayaran di wilayah Kepulauan Banda dan Maluku Tengah.
- KM Wilis: Melayani rute di wilayah NTT dan sekitarnya.
- KM Egon: Kapal jenis Ro-Ro yang mengutamakan pengangkutan kendaraan dan barang serta penumpang.
- KFC Jetliner: Kapal Ferry Cepat yang saat ini melayani rute pendek di Sulawesi Tenggara (Kendari – Raha – Baubau).
Mayoritas kapal PELNI diberi nama berdasarkan gunung-gunung yang tersebar di Indonesia (misalnya: Sinabung, Gunung Dempo, Kerinci), dan hal ini melambangkan kekokohan dan identitas nasional. Hampir semua kapal penumpang (kecuali Jetliner dan Egon) dibuat oleh Meyer Werft, Papenburg, Jerman.
Kapal PELNI umumnya terbagi dalam beberapa kelas: Kelas 1 (2 tempat tidur), Kelas 2 (4 tempat tidur), dan Kelas Ekonomi. Namun, beberapa kapal kini telah direnovasi untuk memaksimalkan kapasitas ekonomi yang lebih nyaman.
Seluruh kapal dilengkapi dengan sekoci (lifeboats), rakit penolong otomatis, dan sistem navigasi modern sesuai standar Safety of Life at Sea (SOLAS). Selain melayani penumpang, kapal seperti KM Dobonsolo dan KM Ciremai berperan vital dalam program Tol Laut untuk mendistribusikan kebutuhan pokok guna menekan disparitas harga di wilayah Timur Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....