Mengapa Kadar Garam Perairan Atlantik Mengalahkan Pasifik

  • 28 Mar 2026 03:09 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Ada sebuah fenomena menarik mengenai perbedaan tingkat salinitas atau sinnya air laut antara Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik. Secara ilmiah air di Samudra Atlantik terbukti jauh lebih asin dibandingkan dengan massa air yang berada di Pasifik.

Dikutip dari Livescience, pergerakan angin pasat membawa uap air tawar dari wilayah Atlantik melintasi Amerika Tengah menuju ke arah Samudra Pasifik. Proses penguapan yang tinggi di khatulistiwa meninggalkan konsentrasi garam yang jauh lebih pekat pada permukaan air Samudra Atlantik.

Pegunungan Andes yang menjulang tinggi bertindak sebagai penghalang alami bagi uap air untuk kembali lagi menuju ke Atlantik. Akibatnya curah hujan tawar lebih banyak jatuh di Pasifik sehingga membuat kadar garam di sana menjadi lebih encer.

Sirkulasi termohalin global juga memainkan peran yang sangat krusial dalam menjaga perbedaan tingkat keasinan di antara kedua samudra. Aliran air yang sangat asin dari Atlantik Utara tenggelam dan bergerak menuju ke dasar laut terdalam di bumi.

Para ahli kelautan menjelaskan bahwa perbedaan kadar garam ini sangat mempengaruhi pola arus laut serta stabilitas iklim secara global. Tanpa adanya perbedaan salinitas ini maka distribusi panas di seluruh permukaan bumi mungkin akan terganggu secara sangat signifikan.

Suhu permukaan laut yang lebih hangat di wilayah Atlantik tropis turut mempercepat laju evaporasi air tawar ke lapisan atmosfer. Kristal garam yang tertinggal kemudian membuat massa jenis air laut di Atlantik menjadi jauh lebih berat dan juga pekat.

Penelitian berkelanjutan terus dilakukan untuk memantau perubahan kadar garam ini akibat dampak dari pemanasan global yang sedang terjadi. Memahami rahasia asinnya samudra membantu manusia dalam memprediksi perubahan cuaca ekstrem yang mungkin akan melanda wilayah pesisir pantai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....