Indosat Pastikan Jaringan di Aceh Kembali Beroperasi Pasca Banjir jelang Ramadan
- 10 Mar 2026 12:50 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Indosat Ooredoo Hutchison memastikan jaringan di Provinsi Aceh tetap stabil selama Ramadan hingga Idulfitri 2026. Kepastian itu disampaikan perusahaan saat melakukan pengecekan langsung jaringan melalui kegiatan Ekspedisi Jaringan Andal, Selasa 10 Maret 2026.
Pengecekan dilakukan di sejumlah titik mobilitas masyarakat dan kawasan permukiman yang sebelumnya terdampak banjir pada Desember 2025. Selain jalur transportasi utama, tim teknis juga meninjau area sekitar rumah ibadah yang menjadi pusat aktivitas warga.
Executive Vice President Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio, mengatakan perusahaan memastikan seluruh jaringan telah kembali beroperasi setelah sebelumnya terdampak bencana. “Di Provinsi Aceh, kami telah berhasil memulihkan lebih dari 800 BTS yang terdampak bencana dan saat ini 100 persen BTS Indosat sudah kembali beroperasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan Ramadan merupakan periode dengan lonjakan trafik data tertinggi setiap tahun, terutama menjelang waktu berbuka hingga malam hari. Aktivitas digital seperti panggilan video, streaming, media sosial, hingga transaksi daring meningkat signifikan sehingga membutuhkan penguatan kapasitas jaringan.
Menurut Agus, perusahaan melakukan pemantauan jaringan selama 24 jam sepanjang Ramadan dan Lebaran. Optimalisasi juga dilakukan melalui analisis trafik berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi lonjakan penggunaan data secara real-time dan menyesuaikan kapasitas jaringan di titik tertentu.
Selain pemantauan jaringan, perusahaan juga menyiapkan penguatan kapasitas pada site prioritas dan jalur mobilitas masyarakat. Indosat juga menyiagakan BTS bergerak pada wilayah dengan potensi lonjakan trafik tinggi untuk menjaga kualitas layanan.
Di luar penguatan jaringan, Indosat turut meluncurkan program sosial bertajuk Surau Kita Berdaya di sejumlah wilayah Aceh. Program ini mencakup renovasi dan penguatan fasilitas rumah ibadah yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Salah satu fasilitas yang mendapat dukungan adalah Mushola Al-Ikhlas di Aceh Tamiang yang mampu menampung sekitar 500 jamaah. Mushola tersebut juga pernah digunakan sebagai tempat penampungan sementara warga ketika terjadi banjir pada akhir 2025.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....