UNP Pasok 1 Ton Solar Hasil Olahan Sampah ke Agam
- 10 Feb 2026 17:04 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kabupaten Agam menerima bantuan 1 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dari Universitas Negeri Padang (UNP), Senin 9 Februari 2026. Jenis Solar ini merupakan hasil olahan sampah plastik yang diproduksi Pusat Penelitian Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PPKLH) Universitas Negeri Padang (UNP).
Inovasi ramah lingkungan ini diserahkan Rektor UNP melalui Direktur Pascasarjana, Prof. Indang Dewata secara simbolis kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Mhd Lutfi, di aula kantor Bupati Agam.
Bahan bakar solar inovatif ini merupakan hasil sinergi strategis antara PPKLH UNP, Renol Energy, dan Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Agam, yang mengonversi sampah plastik menjadi sumber energi alternatif.
Sekdakab Agam, Mhd Lutfi mengatakan, bantuan ini menjadi bukti nyata sinergi antara akademisi, dunia usaha dan pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi berkelanjutan terhadap persoalan lingkungan dan energi.
“Ini merupakan inovasi strategis yang tidak hanya menjawab kebutuhan energi masyarakat, tetapi juga menjadi solusi atas persoalan serius sampah plastik yang selama ini kita hadapi,” ujarnya.
Mhd Lutfi menjelaskan, solar ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung operasional berbagai fasilitas umum, seperti pelayanan kesehatan, masjid, serta pengoperasian alat berat dalam upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Agam. Ia menyebutkan, inovasi tersebut menjadi jawaban atas kondisi darurat sampah plastik.
Melalui pendekatan ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan jadi sumber daya bernilai guna yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Lutfi berharap program ini dapat terus dikembangkan dan diperluas cakupannya, serta direplikasi di berbagai wilayah di Kabupaten Agam, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Keberhasilan program ini juga sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam memilah sampah plastik sejak dari rumah tangga,” ujarnya. “Edukasi harus dilakukan secara masif agar upaya pelestarian lingkungan dapat dimulai dari tahap paling dasar.” (Andri)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....