SMAN 3 Padang Panjang Perkuat Pembelajaran Global

  • 28 Jan 2026 20:31 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Jejak kolaborasi internasional SMAN 3 Padang Panjang terus meluas hingga ke Negeri Taj Mahal. Awal 2026 ini, sekolah itu melaksanakan Cultural Exchange secara daring bersama St Augustine’s Day School Shymnagar, India, sebagai bagian dari penguatan pembelajaran global bagi siswa.

Guru SMAN 3 Padang Panjang, Fitra Murni, menyampaikan, kegiatan ini merupakan lanjutan dari berbagai program internasional yang telah dijalin sekolah dengan sejumlah negara. Ada dari Australia, Korea, Malaysia, Sri Lanka, Pakistan, Inggris, hingga Libanon.

“Kolaborasi lintas negara ini terus berkembang. Kegiatan pertukaran kelas dan budaya secara daring semakin menumbuhkan semangat siswa untuk belajar, berkolaborasi, serta membuka wawasan global,” katanya, Rabu, 28 Januari 2026.

Menurutnya, sebelumnya SMAN 3 juga sukses mengikuti Exchange Class bersama tiga sekolah dari Jepang, Indonesia, dan Lithuania. Pengalaman tersebut menjadi modal berharga untuk terus mengembangkan kerja sama internasional di bidang pendidikan.

Pada program Cultural Exchange bersama India ini, kegiatan melibatkan lima guru dari dua sekolah. Dari pihak St. Augustine’s Day School Shymnagar hadir Ms. Sharmitha Maji Basak dan Ms. Sanusree Sarkhel. Sementara dari SMAN 3 diikuti Fitra Murni, Agus Ramayulis, dan Ms. Devi Anggreni.

Sekitar 30 siswa dari kedua sekolah turut ambil bagian dalam diskusi interaktif bertema bangunan budaya Indonesia dan India. Mereka membahas persamaan dan perbedaan ikon budaya, seperti Candi Borobudur, Rumah Gadang, Taj Mahal, serta bangunan bersejarah lainnya.

Siswa SMAN 3 yang tampil sebagai presenter antara lain Andrea Puspa Ningrum, Carissa Amelia, Raoul Azizan, Aliyah Nazhifa, dan Abantika Bose. Sementara dari pihak India, presentasi disampaikan Utsav Pathak, Drishana Sikdar, dan Ankita Adhikary.

Kepala SMAN 3, Febriace menilai kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan akademik. Akan tetapi juga menanamkan nilai saling menghormati, toleransi, serta penghargaan terhadap perbedaan budaya, bahasa, agama, dan ras.

“Pembelajaran daring seperti ini sangat efektif dan bermakna. Siswa belajar menjadi warga dunia yang berpikiran terbuka dan berwawasan luas,” katanya. (*).

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....