Inilah Mumi Paling Tua di Dunia

  • 07 Feb 2025 14:37 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Ketika membahas mumi, banyak orang langsung berpikir tentang Mesir Kuno dengan makam megah dan piramida yang menyimpan jasad para firaun. Namun, tahukah anda bahwa mumi tertua di dunia ternyata tidak berasal dari Mesir? Mumi tertua yang diketahui hingga saat ini ditemukan di wilayah Amerika Selatan dan telah ada jauh sebelum peradaban Mesir mulai memumikan jenazah mereka. Dikutip dari National Geographic berikut beberapa mumi tertua di dunia, teknik pengawetannya, serta makna budaya di baliknya:

1. Mumi Chinchorro: Mumi Tertua di Dunia (7.000 Tahun Lalu)

Mumi tertua yang pernah ditemukan berasal dari budaya Chinchorro, sebuah komunitas pemburu-pengumpul yang hidup di sepanjang pesisir utara Chili dan Peru sekitar 7.000 tahun lalu. Mereka memulai praktik mumifikasi sekitar 5.000 SM, mendahului praktik serupa di Mesir sekitar 2.000 tahun.

Mumi Chinchorro diawetkan menggunakan teknik yang sangat maju untuk zamannya, dengan metode berikut:

  • Pengangkatan organ dalam dan penggantian dengan bahan alami seperti tanah liat dan bulu hewan.
  • Pengeringan tubuh untuk mengurangi pembusukan.
  • Pengecatan tubuh dengan pigmen merah atau hitam.
  • Pembuatan ulang struktur tubuh menggunakan tongkat dan tanah liat untuk mempertahankan bentuk aslinya.

Berbeda dengan Mesir Kuno yang hanya memumikan bangsawan atau kaum elit, budaya Chinchorro memumikan semua orang, termasuk bayi dan anak-anak. Hal ini menunjukkan nilai egalitarianisme, di mana semua individu dianggap memiliki kepentingan yang sama dalam kehidupan setelah mati.

Pada tahun 2021, UNESCO menetapkan situs mumi Chinchorro sebagai Warisan Dunia, menegaskan pentingnya peninggalan ini dalam sejarah peradaban manusia.

2. Mumi Spirit Cave: Mumi Alamiah Tertua di Amerika Utara (9.400 Tahun)

Selain mumi Chinchorro, ada juga Spirit Cave Mummy, yang ditemukan di Nevada, Amerika Serikat. Mumi ini berusia sekitar 9.400 tahun dan merupakan mumi alami, artinya tubuhnya diawetkan secara alami oleh kondisi lingkungan yang kering dan tidak melalui proses pengawetan buatan.

Spirit Cave Mummy menjadi kontroversial karena sempat diperebutkan antara para ilmuwan dan suku asli Amerika yang menganggapnya sebagai leluhur mereka. Setelah penelitian DNA dilakukan, mumi ini akhirnya dikembalikan kepada suku asli untuk dimakamkan kembali sesuai tradisi mereka.

3. Mumi Ötzi: Manusia Es dari Pegunungan Alpen (5.300 Tahun)

Mumi lainnya yang menarik adalah Ötzi the Iceman, yang ditemukan di Pegunungan Alpen pada tahun 1991. Berusia sekitar 5.300 tahun, mumi ini membeku secara alami di dalam es, yang membuat tubuhnya terawetkan dengan sangat baik.

Analisis terhadap Ötzi menunjukkan bahwa ia memiliki tato, luka akibat perkelahian, serta peralatan berburu, memberikan wawasan berharga tentang kehidupan manusia zaman prasejarah di Eropa.

4. Mumi Mesir Kuno: Tradisi yang Lebih Terkenal (Mulai 3.000 SM)

Meskipun bukan yang tertua, mumi Mesir Kuno tetap yang paling terkenal dalam sejarah. Peradaban Mesir mulai mempraktikkan mumifikasi sekitar 3.000 SM, dengan teknik yang lebih maju dibanding peradaban lainnya.

Beberapa teknik mumifikasi Mesir meliputi:

  • Pengangkatan organ dalam dan penyimpanannya dalam kendi kanopi.
  • Penggunaan natron (sejenis garam alami) untuk mengeringkan tubuh.
  • Pembungkusan dengan kain linen dan penggunaan resin untuk mengawetkan tubuh.
  • Pemakaman dalam sarkofagus yang dihiasi hieroglif dan perlengkapan untuk kehidupan setelah mati.

Firaun terkenal seperti Ramses II, Tutankhamun, dan Seti I adalah contoh mumi Mesir yang masih bertahan hingga kini.

Penemuan berbagai mumi di dunia menunjukkan bahwa praktik pengawetan jenazah tidak hanya berasal dari Mesir, tetapi juga dilakukan oleh berbagai budaya di seluruh dunia dengan metode yang berbeda. Mumi Chinchorro adalah mumi tertua yang dibuat secara sengaja, sedangkan Spirit Cave Mummy dan Ötzi adalah mumi alami yang terawetkan karena kondisi lingkungan.

Keberadaan mumi-mumi ini tidak hanya membantu kita memahami budaya kuno tetapi juga memberikan wawasan tentang sejarah evolusi manusia, teknik pengawetan, dan kepercayaan terhadap kehidupan setelah mati.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....