Jembatan Emas untuk Merajut Kembali Tradisi Keilmuan Lintas Bangsa

  • 31 Jul 2026 18:23 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Di tengah cepatnya arus modernisasi dan kompleksitas persoalan keagamaan hari ini, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah menyuarakan satu kebutuhan paling mendasar bagi masyarakat yakni pemahaman agama yang menyejukkan. Bagi Mahyeldi, fikih bukan sekadar rangkaian hukum kaku, melainkan kompas moral yang harus dihadirkan dengan wajah ramah, argumentatif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Pesan penting itu digaungkan Mahyeldi saat membuka Nadwah Fiqhiyyah Internasional yang dihelat Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Sumbar di Aula Kantor Gubernur, Rabu, 29 Juli 2026. Forum ilmiah yang mengusung tema metodologi pemanfaatan pendapat fuqaha dalam isu kontemporer ini menghadirkan ulama sekaligus pakar syariah asal Suriah, Syekh Abdul Al-Razzaq An-Najm, di hadapan sekitar seratus dai, akademisi, dan pengasuh pondok pesantren.

Di hadapan para peserta, Mahyeldi mengingatkan agar ruang publik senantiasa disuguhi pencerahan yang merawat ukhuwah dan persatuan, sementara diskursus fikih yang mendalam tetap menjadi ranah elegan para ulama di ruang-ruang ilmiah.

“Umat harus disuguhi pemahaman yang menghadirkan kedamaian, ketenangan, serta menjaga persatuan. Alhamdulillah, hal senada juga ditekankan oleh Syekh Abdul Al-Razzaq,” ungkap Mahyeldi.

Ia pun menyambut antusias kehadiran ulama Suriah tersebut sebagai jembatan emas untuk merajut kembali tradisi keilmuan lintas bangsa. Mengingat akar sejarah yang kuat dimana Suriah dan mayoritas masyarakat Minangkabau sama-sama berpijak pada tradisi mazhab Syafi’I hubungan emosional dan intelektual ini diyakini mampu memperkaya wawasan para penggerak dakwah di Sumbar.

“Suriah memiliki warisan peradaban Islam yang luar biasa, tempat jejak para sahabat dan ulama besar bersemayam. Mudah-mudahan silaturahmi keilmuan ini terus menginspirasi kita,” tambahnya.

Menutup arahannya, Gubernur Sumatera Barat mengapresiasi peran IKADI Sumbar yang konsisten berdiri di garda terdepan. Di tangan para dai yang moderat dan berilmu luas inilah, Mahyeldi berharap masyarakat Sumbar senantiasa mendapatkan pencerahan yang mendinginkan suasana sekaligus menjawab tantangan zaman dengan penuh kearifan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....