Unand Kembangkan Pasta Fungsional Berbahan Komoditas Lokal Bersama Vietnam
- 15 Jul 2026 09:17 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Universitas Andalas (Unand) kembali memperkuat komitmennya dalam pengembangan inovasi pangan berbasis sumber daya hayati melalui kolaborasi riset internasional. Tim peneliti Fakultas Teknologi Pertanian Unand bekerja sama dengan Nong Lam University, Vietnam, mengembangkan pasta fungsional berbahan baku komoditas lokal yang berpotensi mendukung kesehatan masyarakat.
Penelitian tersebut merupakan bagian dari program International Research Network yang bertujuan memperkuat kolaborasi riset, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan inovasi pangan berbasis sumber daya lokal. Tim peneliti dipimpin Prof. Dr. Ir. Fauzan Azima, M.S., bersama Prof. Dr. dr. Yusrawati, Sp.OG., M.M., Prof. Nguyen Huy Bich, Ph.D., serta melibatkan asisten peneliti dan mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Unand.
Ketua tim peneliti, Prof. Fauzan Azima mengatakan, produk yang dikembangkan memanfaatkan tepung labu kuning, tepung kedelai, puree kolang-kaling, serta diperkaya ekstrak cassiavera dan bawang Dayak. Setiap bahan dipilih karena memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan, termasuk mendukung kesehatan metabolik dan kardiovaskular.
Fauzan Azima menyebutkan pengembangan pangan fungsional menjadi salah satu upaya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. "Kami ingin menunjukkan bahwa bahan pangan lokal Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pangan fungsional yang bernilai ilmiah, bernilai ekonomi, dan memberikan manfaat bagi kesehatan. Kolaborasi internasional ini juga diharapkan memperluas jejaring riset serta mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi," ucapnya, Selasa, 14 Juli 2026.
Menurut Fauzan, salah satu fokus penelitian adalah pemanfaatan cassiavera sebagai komoditas unggulan Sumatera Barat yang selama ini lebih banyak dipasarkan dalam bentuk bahan mentah. "Melalui penelitian ini kami berupaya meningkatkan nilai tambah cassiavera menjadi produk pangan fungsional yang berpotensi mendukung kesehatan, khususnya kesehatan jantung, dengan memadukannya bersama bawang Dayak yang sama-sama kaya senyawa bioaktif," ujarnya.
Fauzan menambahkan tim peneliti juga telah melakukan pengujian in vivo atau pra-klinis menggunakan hewan coba untuk mengevaluasi potensi produk terhadap hipertensi. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kerja sama riset antara Universitas Andalas dan Nong Lam University sekaligus mendorong lahirnya inovasi pangan berbasis sumber daya hayati.
"Melalui riset ini, Universitas Andalas terus menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan inovasi yang mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesehatan masyarakat. Penelitian tersebut juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan dan SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera," tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....