Riset Internasional Unand Angkat Potensi Dadih menuju Pasar Global

  • 15 Jul 2026 09:20 WIB
  •  Padang
Poin Utama
  • Universitas Andalas memperluas jejaring riset internasional melalui Program EQUITY yang mendorong kolaborasi penelitian dengan perguruan tinggi luar negeri dari negara berpendapatan rendah dan menengah bawah.
  • Kolaborasi Prof. Helmizar dengan Dr. Pierangeli G. Vital dari University of the Philippines menghasilkan inovasi pangan fungsional berbasis dadih dengan teknologi spray dryer untuk meningkatkan masa simpan dan nilai tambah produk.
  • Dadih

RRI.CO.ID, Padang - Universitas Andalas (Unand) terus memperluas jejaring riset internasional melalui Program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY). Program tersebut mendorong kolaborasi penelitian antara dosen Unand dan perguruan tinggi luar negeri, khususnya dari negara berpendapatan rendah dan menengah bawah berdasarkan klasifikasi Bank Dunia 2026.

Salah satu kolaborasi dilakukan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unand, Prof. Dr. Helmizar, S.K.M., M.Biomed., bersama Dr. Pierangeli G. Vital dari University of the Philippines Diliman. Penelitian ini berfokus pada pengembangan pangan fungsional berbasis dadih sebagai pangan fermentasi tradisional khas Sumatera Barat yang memiliki potensi untuk dikembangkan melalui pendekatan ilmiah dan teknologi modern.

Dalam penelitian tersebut, tim mengembangkan berbagai inovasi, mulai dari kajian kandungan probiotik hingga pemanfaatan teknologi spray dryer untuk menghasilkan tepung dadih dengan masa simpan lebih lama. Hasil inovasi itu kemudian dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk pangan fungsional, seperti roti bergizi, makanan pendamping ASI (MP-ASI), dan produk berbahan pangan lokal.

Prof. Helmizar mengatakan kolaborasi internasional menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas penelitian sekaligus memperluas jaringan akademik Universitas Andalas di tingkat global. "Kerja sama ini menjadi peluang untuk mengembangkan potensi pangan lokal Indonesia melalui pendekatan ilmiah yang lebih komprehensif, sekaligus memperkuat jejaring riset internasional Universitas Andalas," ucapnya, Selasa, 14 Juli 2026.

Menurut Helmizar, pemanfaatan dadih yang dipadukan dengan bahan pangan lokal seperti sorgum, ubi jalar merah, jagung, kacang merah, dan kedelai diharapkan mampu menghasilkan produk yang bernilai tambah bagi masyarakat. Inovasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan sumber daya lokal berbasis hasil penelitian.

Ia menyampaikan sebagai bagian dari hilirisasi riset, Universitas Andalas juga mengembangkan mini plant atau teaching factory pangan fungsional. "Fasilitas ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran sekaligus pusat pengembangan produk hasil penelitian agar inovasi tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun industri," ujarnya.

Helmizar berharap Melalui Program EQUITY, Universitas Andalas menargetkan lahirnya inovasi berbasis kearifan lokal yang mampu bersaing di tingkat internasional. Penelitian ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan, SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta SDG 12 tentang Konsums dan Produksi yang Bertanggung Jawab

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....