Gerakan Migran Aman Diluncurkan Secara Nasional

  • 18 Mei 2026 17:21 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Secara nasional, Gerakan Migran Aman diluncurkan Senin,18 Mei 2026 dan pencanangan ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan ini bertujuan menghadirkan migrasi yang aman, mencegah penempatan ilegal serta memberikan edukasi menyeluruh kepada calon pekerja migran agar tidak tergiur dengan iming iming calo.

Di kota Padang acara kock off dilakukan di kantor BP2MI yang menghadirkan Pimpinan Daerah dan Forkompimda serta mitra strategis untuk secara bersama, berkolaborasi memberikan pemahaman tentang Migran Aman , mensosialisasikan ke masyarakat. Dalam diskusi kecil disela sela pertemuan Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia(BP3MI) Padang Jupriyadi S.Sos, M.M mengatakan “ ada program program yang akan dilakukan di Sumatra Barat, dalam bentuk program sosialisasi, seminar juga Bimtek terkait pencanangan deklarasi migran aman khusus di wilayah Sumatera Barat”.

Kepala BP3MI Padang juga menyebut ucapan terimakasih atas kehadiran para undangan untuk secara bersama agar ikut mensosialisasikan program pemerintah yang berhubungan dengan gerakan migran aman, juga mengundang Kepala Sekolah SMKN se Sumbar untuk mengikuti secara daring acara kick off ini. BP3MI juga menunggu arahan dari kementrian yang bisa dikerjasamakan diwilayah Sumatera Barat. Gerakan ini dibentuk dengan tujuan melindungi pekerja migran Indonesia dari kasus penipuan, eksploitasi dan perdagangan manusia. Ditahun 2025 Sumatera Barat telah memberangkatkan sekitar 600 tenaga migran ke Jepang, jepang adalah negara yang aman tapi juga ada beberapa kasus pemulangan pekerja tanpa dokument legal yang keberangkatannya lewat jalur tikus. BP3MI juga berkolaborasi dengan beberapa stakeholder seperti Imigrasi untuk menggagalkan pekerja migran tanpa dokumen.

Dr.Ceria dari Migrant Center dari Universitas Negri Padang menambahkan bahwa BP3Mi sudah melakukan kerjasama kegiatan tahun lalu bersama Migrant Center dalam bentuk peningkatan kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia(CPMI) untuk Perawat diberikan pelatihan bahasa Jepang, peningkatan kapasitas tentang Hospitality kemudian pelatihan bahasa inggris , ini yang jadi target. Mekanisme yang dilakukan adalah dengan mekanisme silang, dimana mereka yang sudah punya kemampuan bahasa inggris bagus tetapi kurang memiliki skil bidang hospitality, begitu juga dengan pelatihan bahasa inggris diberikan untuk peserta yang memiliki skill hospitality tapi kurang penguasaan bahasa inggrisnya.

BP3MI juga sudah melakukan MOU dengan 50 SMK negri di Sumatera Barat dan ini adalah persiapan go global program dari presiden, diharapkan dengan adanya Mou akan lebih mudah memetakan kuota yang dibutuhkan untuk tenaga migran. Disamping itu gerakan migran aman ini harus berkelanjutan yang berakar dari keluarga dan masyarakat luas dengan strategi yang tepat seperti Penyebaran informasi luas kemasyarakat,Deteksi dini dan pengendalian resiko, Kerjasama lintas kementrian/lembaga, Edukasi langsung di desa dan komunitas serta melibatkan mantan pekerja migran sebagai agen perubahan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....