Sekda Rida Ananda ajak ASN Payakumbuh Ubah Pola Mobilitas Demi Efisiensi Energi
- 06 Apr 2026 11:49 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota Payakumbuh mengimbau seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya menghemat penggunaan energi nasional dengan mengubah pola mobilitas harian, salah satunya melalui penggunaan sepeda atau angkutan umum saat berangkat kerja. Hal dimaksud disampaikan Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda pada apel pagi di halaman Balai Kota Payakumbuh, Senin, 6 April 2026.
“Di Pemko Payakumbuh ada lebih kurang 3 ribu ASN. Kalau gerakan hemat energi ini dimulai dengan bersepeda atau menggunakan angkutan umum ke kantor, berapa energi yang bisa kita hemat,” katanya.
Ia mengatakan, ajakan tersebut merupakan arahan dari Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden RI Prabowo Subianto terkait penghematan energi yang harus dimulai dari lingkungan pemerintahan. “Gerakan ini juga mendukung gerakan penghematan energi nasional. Salah satunya dengan penerapan skema Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN),” ujar Rida Ananda.
Menurutnya, kebijakan WFH bagi ASN telah diatur dalam Surat Edaran (SE) Menteri PANRB Nomor 3 Tahun 2026 dan diperkuat dengan SE Mendagri Nomor 800.1.5/3349/SJ. Regulasi ini mengatur Penyesuaian pola kerja ASN dilakukan melalui kombinasi fleksibilitas lokasi kerja, yaitu empat hari kerja di kantor (work from office/WFO), dan satu hari WFH setiap hari Jumat.
“Mendukung semangat efisiensi tersebut, kami mengambil langkah strategis dengan meluncurkan gerakan penghematan energi di lingkungan pemerintahan daerah. Kebijakan ini akan dituangkan dalam Edaran Wali Kota yang dalam waktu dekat akan diterbitkan,” kata Rida.
Menurutnya, langkah kecil yang dilakukan secara bersama akan memberi dampak besar terhadap efisiensi energi. Meski dihadapkan dengan keterbatasan transportasi umum di Kota Payakumbuh, namun mobilitas ASN yang selama ini menggunakan kendaraan bermotor bisa dialihkan dengan bersepeda bahkan berjalan kaki bagi yang berdomisili dekat kantor.
“Kalau rumahnya dekat, kenapa tidak jalan kaki. Ini upaya sederhana, tapi dampaknya besar kalau kami bisa melakukan bersama-sama. Selain itu, ini tentang mengubah kebiasaan pribadi, jika biasanya menggunakan mobil dinas, kami bisa memilih menggunakan sepeda motor untuk datang ke kantor sebagai bentuk komitmen awal,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....