Lisda Hendrajoni Tinjau Huntara Korban Banjir di Pessel
- 28 Feb 2026 10:57 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang: Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi NasDem, Lisda Hendrajoni, meninjau langsung warga korban banjir dan longsor yang masih menempati hunian sementara (Huntara) di Nagari Puluik-Puluik, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Rabu, 23 Februari 2026. Sebanyak 31 kepala keluarga hingga kini bertahan di huntara setelah rumah mereka mengalami kerusakan akibat bencana beberapa waktu lalu, sementara warga masih menunggu kepastian pembangunan hunian tetap dari pemerintah.
Dalam kunjungannya, Lisda menyerahkan bantuan paket kebutuhan pokok kepada seluruh keluarga terdampak. Ia menegaskan, kehadirannya merupakan bentuk kepedulian sekaligus pengawasan terhadap proses pemulihan pascabencana.
“Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak tetap mendapatkan perhatian. Jangan sampai setelah masa tanggap darurat berakhir, kebutuhan dasar mereka terabaikan,” ujar Lisda di sela dialog dengan warga.
Menurutnya, percepatan pembangunan hunian tetap menjadi hal mendesak agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.“Pemulihan tidak boleh berlarut-larut. Pembangunan rumah permanen harus segera direalisasikan karena ini menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat,” tegasnya.
Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi urusan sosial dan kebencanaan, Lisda menyatakan pihaknya akan terus mengawal program rehabilitasi dan rekonstruksi agar berjalan tepat sasaran.“Kami di Komisi VIII akan mendorong kementerian dan lembaga terkait supaya proses pembangunan hunian tetap bisa dipercepat dan tepat sasaran,” katanya.
Selain menyalurkan bantuan, Lisda juga mendengarkan langsung berbagai keluhan warga selama tinggal di huntara, mulai dari keterbatasan fasilitas hingga kebutuhan penunjang kehidupan sehari-hari.
Salah seorang warga, Rina (38), mengaku bantuan sembako yang diterima sangat membantu keluarganya, terlebih di bulan Ramadhan.“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu untuk kebutuhan sahur dan berbuka. Kami berharap rumah permanen bisa segera dibangun supaya kami bisa kembali hidup normal,” ujarnya.
Lisda menegaskan, penanganan pascabencana harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya menyediakan hunian sementara, tetapi juga memastikan pemulihan sosial dan ekonomi warga terdampak.
“Kita ingin masyarakat bangkit sepenuhnya, bukan hanya sekadar memiliki tempat tinggal sementara, tetapi benar-benar pulih,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....