Padang Selatan Tetapkan Arah Pembangunan 2027 Berkelanjutan

  • 12 Feb 2026 11:43 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Padang Selatan resmi digelar di Gedung Youth Center pada Rabu, 11 Februari 2026. Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang hadir untuk membuka forum tersebut turut menegaskan pembangunan tahun 2027 harus direncanakan secara lebih taktis, terarah, dan berkesinambungan. Menurutnya, setiap langkah pembangunan wajib memegang prinsip efisiensi dan keberlanjutan.

Ia juga mengingatkan seluruh perencanaan harus tetap berpedoman pada visi, misi, dan sembilan program unggulan Pemerintah Kota Padang yang telah tertuang dalam RPJMD. Konsistensi dalam menjalankan rencana pembangunan menjadi kunci agar target lima tahunan dapat tercapai.

“Musrenbang ini menjadi bagian penting untuk menyinkronkan perencanaan daerah. Kita harus meninjau capaian tahun lalu untuk merumuskan rencana tahun depan agar kesinambungan pembangunan tetap terjaga dan target lima tahunan tercapai secara terukur,” jelas Maigus.

Lebih lanjut, Maigus Nasir menekankan perlunya kreativitas dalam mencari sumber pendanaan tambahan di luar ketergantungan terhadap dana transfer pusat. Ia mendorong pemanfaatan dana CSR perusahaan, kontribusi para perantau, dan partisipasi aktif masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan.

“Kita harus jeli menentukan skala prioritas dan tidak hanya bergantung pada proyek dinas. Keterlibatan masyarakat dan pihak swasta sangat penting agar pembangunan tetap berjalan optimal meski dalam situasi keterbatasan,” tambahnya.

Sementara itu, Pemerintah Kecamatan Padang Selatan resmi menetapkan arah pembangunan untuk tahun 2027 dengan fokus pada penuntasan persoalan infrastruktur mendasar serta penguatan ekonomi kerakyatan. Langkah strategis ini dirancang agar setiap program yang dijalankan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat di seluruh wilayah kecamatan.

Camat Padang Selatan, Wilman Mukhtar, memaparkan seluruh usulan yang dibawa merupakan hasil penyaringan ketat dari 12 kelurahan. Proses seleksi dilakukan untuk memastikan bahwa aspirasi masyarakat tersampaikan secara terukur dan terarah.

‘Kebutuhan masyarakat masih didominasi oleh perbaikan lingkungan, terutama terkait penanganan banjir melalui normalisasi drainase serta peningkatan kualitas jalan lingkungan. Masalah banjir dan akses jalan yang rusak tetap menjadi perhatian utama warga dari berbagai kelurahan,” ucap Wilmar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....