Agam Percepat Pembangunan 711 Unit Huntap Pascabencana

  • 12 Feb 2026 11:16 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Sebanyak 711 unit Hunian Tetap Huntap akan disiapkan Pemerintah Kabupaten Agam bagi warga yang terdampak bencana hidrometeorologi. Saat ini progres pembangunan masuk dalam tahap melengkapi persyaratan administratif.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Agam, Rinaldy kepada RRI Kamis, 12 Februari 2026, menyampaikan total Hunian Tetap Huntap yang akan dibangun berjumlah 711 unit dengan memanfaatkan lahan seluas 10 hektare. Hal tersebut merupakan langkah strategis untuk mempercepat pemulihan pascabencana, sekaligus memberikan jaminan kepastian tempat tinggal bagi warga.

Saat ini, Pemkab Agam sedang melengkapi persyaratan administratif sebagai tahapan awal pembangunan. Dokumen yang sedang diproses di antaranya kajian geologi dari Badan Geologi Bandung, kesesuaian tata ruang, penetapan lokasi, hingga penyusunan site plan.

"Setelah seluruh dokumen lengkap, usulan pembangunan Huntap relokasi kolektif akan diajukan ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman PKP. Sedangkan relokasi mandiri akan diusulkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," ungkap Rinaldy.

Huntap tersebut akan ditempatkan di empat lokasi berbeda. Kecamatan Palembayan menjadi titik terbesar dengan 385 unit, sementara sisanya tersebar di Kecamatan Ampek Koto, Matur, Malalak, dan Tanjung Raya. Penempatan ini dipilih berdasarkan kondisi geografis serta ketersediaan lahan yang dinilai aman bagi permukiman baru.

Rinaldy menambahkan pembangunan Huntap akan dibagi ke dalam dua skema, yakni relokasi kolektif dan relokasi mandiri. Untuk relokasi kolektif, lokasi akan ditempatkan di Dama Gadang, Kecamatan Tanjung Raya, sedangkan relokasi mandiri, pembangunan rumah akan dilakukan di atas tanah milik pribadi masyarakat terdampak.

Dengan langkah percepatan tersebut, Rinaldy berharap proses relokasi dapat berjalan efektif. Sehingga warga terdampak bisa segera kembali menjalani kehidupan secara normal dalam hunian yang lebih aman dari risiko bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....