Penginapan Jemaah Haji Kabupaten Solok Dekat Dengan Jamarat

  • 09 Jun 2024 12:21 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Meskipun lokasinya penginapan jauh dari Masjidil Haram, Jemaah haji Kabupaten Solok yang menginap di hotel Luluat Alnader 309 menemukan hikmah tersendiri. Dengan berjalan kaki, mereka bisa langsung mencapai Jamarat.

Ketua Rombongan 1 Jemaah Haji Kabupaten Solok, Yondri Samin, bersama ketua regu dan ketua rombongan lainnya, memutuskan untuk berjalan kaki dari hotel mereka yang terletak di Syisyah Minggu (9/6/2024). Mereka menikmati udara pagi kota Makkah yang masih sejuk, meskipun lebih panas dibandingkan dengan Indonesia.

Setelah menyusuri trotoar yang semakin sibuk mendekati waktu puncak ibadah haji, mereka menyaksikan beragam kendaraan lalu lalang, termasuk bus yang membawa jemaah haji dari berbagai negara, masyarakat kota Makkah, dan petugas keamanan Arab Saudi.

"Jamarat yang kita tuju merupakan lokasi untuk melontar jumrah, salah satu syarat dan rukun haji. Jamarat ini terletak di Mina dan terdiri dari tiga tempat melontar, yaitu Ula, Wustha, dan Aqabah. Ibadah melontar jumrah ini akan dilakukan pada 10 Zulhijah mendatang," ungkap Yondri Samin

Melontar jumrah dengan kerikil adalah ibadah yang menggambarkan sikap Nabi Ibrahim A.S. yang melempar iblis saat ia akan melaksanakan perintah Allah untuk menyembelih putranya, Ismail A.S. Setelah mengetahui upaya iblis ini, Nabi Ibrahim A.S. mengambil tujuh batu kerikil dan melemparkannya, yang kemudian dikenal sebagai Jumrah Ula. Iblis kemudian membujuk Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim, yang juga melemparnya dengan kerikil, sehingga dikenal sebagai Jumrah Wustha. Akhirnya, Iblis juga menggoda Nabi Ismail, yang menolak godaan tersebut dan melempar kerikil, menjadi Jumrah Aqabah.

Untuk memudahkan jemaah haji melontar jumrah, pemerintah Arab Saudi telah membangun tiang sebagai simbol iblis dan nafsu, yang menjadi titik di mana jemaah haji melontarkan batu pada tiang berbentuk elips tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....