Wabup Pesisir Selatan Ajak Jemaah Haji Menjadi Suri Teladan di Masyarakat

  • 17 Jun 2026 00:04 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi, mengingatkan para jemaah haji agar menjaga kemabruran ibadah setelah kembali dari Tanah Suci. Pesan tersebut disampaikan saat menyambut kepulangan jemaah haji Kloter 11 Debarkasi Padang di Asrama Haji Embarkasi/Debarkasi Padang, Senin 15 Juni 2026. Menurut Risnaldi, predikat haji dan hajjah bukan sekadar gelar, tetapi amanah yang harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

“Tentu yang kita harapkan, setelah mendapatkan predikat haji dan hajjah, bapak dan ibu dapat menjadi suri teladan di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah Kloter 11 yang berasal dari Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Sijunjung, dan Kabupaten Dharmasraya dalam keadaan sehat setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji. “Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah SWT. Semoga haji dan hajjah yang diperoleh bapak dan ibu menjadi haji yang mabrur dan hajjah yang mabrurah di sisi Allah SWT,” katanya.

Risnaldi juga mengingatkan para jemaah agar beristirahat terlebih dahulu setelah tiba di kampung halaman karena ibadah haji merupakan perjalanan yang menguras tenaga dan membutuhkan pemulihan fisik. “Menunaikan ibadah haji ini betul-betul menuntut keimanan dan fisik yang kuat. Karena itu kami berharap bapak dan ibu dapat beristirahat terlebih dahulu setelah sampai di rumah,” ujarnya.

Selain itu, ia menegaskan penyelenggaraan ibadah haji akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah, mulai dari persiapan keberangkatan hingga proses pemulangan jemaah. “Bagi pemerintah daerah, penyelenggaraan ibadah haji tentu menjadi perhatian dan fokus kami. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik sejak persiapan hingga kembali ke daerah asal,” katanya.

Dalam sambutannya, Risnaldi mengaku teringat pengalamannya saat menjadi petugas haji pada 2018. Pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa ada perubahan besar yang dirasakan seseorang setelah menunaikan ibadah haji.

“Saya pernah menjadi petugas haji pada tahun 2018. Setelah pulang dari Tanah Suci, ada sesuatu yang berbeda yang kita rasakan dalam diri. Dulu predikat haji dan hajjah belum kita miliki, tetapi setelah Allah memberikan kesempatan berhaji, predikat itu melekat pada diri kita,” tuturnya.

Karena itu, ia menekankan bahwa gelar haji bukanlah kebanggaan semata, melainkan amanah yang harus dijaga sepanjang hayat. “Beban itu memang berat untuk dipikul. Maka kita berdoa kepada Allah SWT agar mampu mempertahankan kemabruran haji dan memperlihatkannya dalam perilaku serta kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurut Risnaldi, keberhasilan ibadah haji tidak hanya diukur saat berada di Makkah dan Madinah, tetapi juga setelah kembali ke tengah masyarakat. Nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, kepedulian, dan kedisiplinan yang dipelajari selama berhaji harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga bapak dan ibu senantiasa diberikan kekuatan untuk menjaga kemabruran haji ini dan menjadi teladan yang baik bagi keluarga, lingkungan, serta masyarakat,” ujarnya. Usai prosesi penyambutan, rombongan jemaah melanjutkan perjalanan menuju Pesisir Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya untuk berkumpul kembali dengan keluarga masing-masing.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....