Dari Armuzna, Jemaah Haji Asal Pesisir Selatan Bawa Pulang Pelajaran Kehidupan

  • 17 Jun 2026 00:03 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Seorang jemaah haji asal Kabupaten Pesisir Selatan yang tergabung dalam Kloter 11 Debarkasi Padang, Reva Rahmadiansyah, membagikan pengalaman spiritual dan kebersamaan yang dirasakannya selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Saat tiba kembali di tanah air, Senin, 15 Juni 2026, Reva mengaku memperoleh banyak pelajaran berharga selama mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji, terutama terkait kesabaran, keteguhan hati, dan kuatnya persaudaraan antarsesama jemaah.

Reva yang berprofesi sebagai dokter mengatakan dirinya sangat terkesan dengan semangat para jemaah lanjut usia dalam menjalankan ibadah. "Sebagai seorang dokter, saya sangat terkesan dan terharu melihat semangat para jemaah, khususnya yang lansia, dalam melaksanakan ibadah haji. Semangat mereka luar biasa. Kami, sesama jemaah dan petugas, saling menguatkan selama menjalankan rangkaian ibadah," ujarnya.

Menurut Reva, keterbatasan usia dan kondisi fisik tidak menghalangi para jemaah lansia untuk tetap beribadah dengan penuh semangat. Ia menyaksikan secara langsung bagaimana para jemaah terus berusaha mengikuti seluruh rangkaian ibadah, termasuk saat berziarah dan beribadah di Raudhah, Madinah.

Ia menuturkan, dukungan dari sesama jemaah maupun petugas menjadi faktor penting yang membantu para lansia menjalani ibadah dengan baik. "Kami terus mengajak dan menyemangati mereka untuk beribadah. Ketika melihat para jemaah itu mampu melaksanakan ibadah dengan penuh keyakinan dan semangat, saya merasa mereka mendapatkan kekuatan yang luar biasa dari Allah SWT," katanya.

Pengalaman yang paling membekas baginya terjadi saat menjalani puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Menurutnya, fase tersebut menjadi ujian kesabaran sekaligus momentum yang mempererat hubungan antarsesama jemaah.

"Di Armuzna saya belajar banyak tentang kesabaran. Di sana kita diuji secara fisik maupun mental. Namun justru dari situ lahir rasa kebersamaan yang sangat kuat," ungkapnya.

Dalam suasana yang serba terbatas, para jemaah saling membantu dan mendukung satu sama lain. Kebersamaan yang terjalin selama berada di Tanah Suci membuat hubungan antarsesama jemaah semakin erat.

"Yang sebelumnya hanya sekadar kenal, di Armuzna berubah menjadi keluarga. Kami merasakan kebersamaan yang sangat kuat. Ketika ada yang kesulitan, yang lain datang membantu. Ketika ada yang lelah, yang lain memberi semangat," ujarnya.

Ia bersyukur dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar serta membawa pulang berbagai pelajaran berharga yang akan menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari.

"Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari perjalanan ini. Banyak pelajaran yang saya dapatkan, terutama tentang kesabaran, kebersamaan, dan bagaimana Allah selalu memberikan kekuatan kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh beribadah," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....