Guru Mengaji Haru usai Tunaikan Haji, Akui Mimpi sejak Kecil Terwujud
- 12 Jun 2026 09:34 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Seorang jemaah haji asal Kota Bukittinggi, Busnela, tak kuasa menahan haru saat tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) bersama Kloter 07 Debarkasi Padang, Kamis, 11 Juni 2026. Guru mengaji dan pengajar tahfiz asal Guguak Tabek Sarojo, Kecamatan IV Koto, itu mengaku perjalanan haji tahun ini menjadi jawaban atas doa yang telah dipanjatkannya sejak kecil.
“Saya terharu. Rasa ini enggak mau pulang. Mau di situ rasanya. Saya bilang, Ya Allah, berilah aku rezeki kapan lagi ke sini,” kata Busnela.
Busnela mengatakan, selama menjalankan ibadah haji dirinya merasakan kemudahan dalam beraktivitas di Tanah Suci. Latar belakang pendidikan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta membuatnya mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Arab sehingga memudahkan berinteraksi dengan petugas maupun masyarakat setempat.
“Saya kebetulan bisa bahasa Arab. Jadi banyak urusan saya kerjakan sendiri. Alhamdulillah tidak ada kesulitan dan selama berhaji saya sehat,” ujarnya.
Menurut Busnela, pengalaman paling berkesan selama di Makkah adalah ketika berhasil mendekati dan menyentuh Ka'bah saat melaksanakan tawaf. Momen tersebut menjadi pengalaman spiritual yang sulit dilupakan. “Alhamdulillah bisa pegang Ka'bah. Kalau mencium agak sulit karena padat, tapi saya bersyukur bisa sampai ke sana,” katanya.
Ia juga mengaku terharu saat berdoa di sekitar Multazam, tempat yang diyakini sebagai salah satu lokasi mustajab untuk berdoa. Baginya, kesempatan berdiri di depan Baitullah merupakan impian yang telah lama dinantikan.
“Saya dari kecil ingin sekali ke Mekkah. Dulu sering mengantar orang berangkat haji. Saya hanya guru mengaji dan mengajar tahfiz, tapi Allah akhirnya memberi kesempatan untuk datang ke sana,” ujarnya.
Selama berada di Madinah, Busnela juga beberapa kali membantu sesama jemaah, terutama saat pelaksanaan ibadah di Raudhah. Kemampuan bahasa Arab yang dimilikinya membuat ia kerap membantu jemaah yang mengalami kendala komunikasi.
Selain pengalaman spiritual, Busnela turut mengapresiasi pelayanan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang dinilainya berjalan baik. “Pelayanannya alhamdulillah memuaskan. Semua berjalan lancar dan sangat membantu jemaah,” katanya.
Busnela merupakan salah satu jemaah Kloter 07 Debarkasi Padang yang tiba dari Arab Saudi setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji. Setelah menunggu sejak mendaftar pada 2014, ia akhirnya dapat mewujudkan impiannya menunaikan rukun Islam kelima. Kisah Busnela menjadi gambaran tentang keteguhan seorang guru mengaji yang selama puluhan tahun memelihara harapan untuk beribadah ke Tanah Suci hingga akhirnya terwujud pada waktu yang tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....